Selamat malam pengisi hati.
Apa kabar? Nampaknya dua hari ini
kamu begitu sibuk dengan urusanmu.Bisakah kamu Sisakan sebentar waktumu? cukup
sebentar saja untuk kamu bisa beristirahat,untuk kamu bisa sebentar tertidur
lelap dalam lelahmu.Maafkan aku yang kemarin sempat marah padamu,memintamu
untuk memperhatikanku disaat kamu sibuk dengan tanggung jawabmu.Kini aku
sadar,tak selamanya kamu akan terus berada disampingku,mendengar cerita
konyolku dan selalu hadir menjadi bagian dalam aktivitasku disekolah.Bukankah
seorang penyair mengatakan bahwa seindah apapun huruf yang terukir baru akan
bermakna jika terdapat jarak diantaranya?.Dan mungkin sekarang kita mengalami
fase jarak yang dimaksud olehnya.
Biarkan,biarkan semuanya seperti
ini.Kamu dengan kesibukanmu dan aku dengan rutinitasku,semoga jarak yang
tercipta diantara kita tidak terlalu jauh.Juga tidak menjadikanmu sebagai
seseorang yang “asing” dalam hidupku.
Percayalah,aku tidak akan
menunjukan sikap kekanak-kanakanku kepadamu.Walaupun kadang hati ini sempat
mengumpat sendiri didalam sana,namun aku akan terus belajar sabar
untukmu.Belajar untuk tidak memintamu menomorsatukanku,belajar agar tidak
merengek meminta waktumu seperti kemarin,dan belajar untuk memahami keadaan mu.
Simpanlah semua kata maaf atas kesibukanmu,karna
aku tidak pernah membutuhkan itu.Aku tidak butuh rasa bersalahmu yang justru
membuatku juga merasa bersalah.Karna disini tidak ada yang harus
disalahkan,tidak ada yang harus dipojokan,dan tidak ada yang perlu meminta
maaf.
Hei Pengisi hati.
Setabah apapun hati ini,Sesabar
apapun diri ini.
Percayalah.
Untuk sekarang ,aku merindukanmu
dengan sebenar-benarnya.
0 komentar:
Posting Komentar