Rasa ini masih sama,masih seperti kemarin.Juga masih pada
objek yang sama,seseorang yang sering menungguku pulang di hari-hari lelahku.
Tanpa kusadari sebelumnya, aku tak pernah bisa menebak jalan
cerita ini.Kamu yang sebelumnya begitu jauh tiba-tiba mulai masuk dalam ucap
doa dalam sujudku.Mulai membuatku khawatir ketika kamu tiada kabar diluar
sana.Juga sering membuatku kesal karna pesan-pesan text mu yang mendadak
singkat tanpa alasan.
Hei huruf kapital pertamaku,
Kurasa kamu begitu hebat,membuatku kembali merasakan rasa
itu setelah berberapa kali kegagalan ku dalam cerita-ceritaku kemarin.Kamu
membuatku kembali memikirkanmu,mendoakanmu dan mencemburuimu disaat banyak
perempuan diluar sana yang mengidolakanmu.
Kamu kembali membuatku percaya atas komitmen yang kamu buat
kala senja itu,juga menuntunku seutuhnya hadir dalam hidupmu lagi.
Aku bahagia,namun aku juga takut untuk kembali melangkah
bersamamu.Bagaimana jika suatu hari kita tak sejalan kemudian kita berpisah
arah? Bagaimana jika suatu hari salah satu diantara kita jemu untuk saling
memahami satu sama lain?
Ah sudahlah,mungkin perasaan ini hanya sebatas perasaan
cemasku untukmu.
Hei the first Alphabet,
Aku berharap jalan cerita ini bukan hanya sebatas cerita
singkat di penghujung masa putih abu-abu ini.Bukan hanya sekedar sekejap untuk
menemani,kemudian pergi tanpa alasan pasti.
Terimakasih telah mencintaiku lagi.
-Seseorang
yang selalu merindukanmu-
0 komentar:
Posting Komentar