Masih untuknya dan tentangnya pada tanggal 9 lalu.

Kamis, 10 September 2015


Rasa ini masih sama,masih seperti kemarin.Juga masih pada objek yang sama,seseorang yang sering menungguku pulang di hari-hari lelahku.
Tanpa kusadari sebelumnya, aku tak pernah bisa menebak jalan cerita ini.Kamu yang sebelumnya begitu jauh tiba-tiba mulai masuk dalam ucap doa dalam sujudku.Mulai membuatku khawatir ketika kamu tiada kabar diluar sana.Juga sering membuatku kesal karna pesan-pesan text mu yang mendadak singkat tanpa alasan.
Hei huruf kapital pertamaku,
Kurasa kamu begitu hebat,membuatku kembali merasakan rasa itu setelah berberapa kali kegagalan ku dalam cerita-ceritaku kemarin.Kamu membuatku kembali memikirkanmu,mendoakanmu dan mencemburuimu disaat banyak perempuan diluar sana yang mengidolakanmu.
Kamu kembali membuatku percaya atas komitmen yang kamu buat kala senja itu,juga menuntunku seutuhnya hadir dalam hidupmu lagi.
Aku bahagia,namun aku juga takut untuk kembali melangkah bersamamu.Bagaimana jika suatu hari kita tak sejalan kemudian kita berpisah arah? Bagaimana jika suatu hari salah satu diantara kita jemu untuk saling memahami satu sama lain?
Ah sudahlah,mungkin perasaan ini hanya sebatas perasaan cemasku untukmu.
Hei the first Alphabet,
Aku berharap jalan cerita ini bukan hanya sebatas cerita singkat di penghujung masa putih abu-abu ini.Bukan hanya sekedar sekejap untuk menemani,kemudian pergi tanpa alasan pasti.
Terimakasih telah mencintaiku lagi.

                                                                                                                -Seseorang yang selalu merindukanmu-

0 komentar: