Selamat hari ke 30 sayang :')
Terimakasih untuk semua waktu,kesabaran dan canda tawa yang terukir sebulan ini.
Terimakasih telah kembali seperti biasanya setelah jarak yang sempat menahan kita kemarin-kemarin.
Terimakasih.
Tetaplah seperti ini dan jangan berubah.
Tetaplah disini dan jangan pergi.
Tetaplah hadir dan jangan menghilang.
Aku menyayangimu. Masih. dan Terus menyayangimu.
Semoga aku dan kamu selalu baik-baik saja :')
Aku menulis dan aku ada
S E L A M A T H A R I K E 30
Jumat, 09 Oktober 2015
Diposting oleh Unknown di 23.36 0 komentar
Hei kamu,Aku merindukanmu.......
Rabu, 30 September 2015
Selamat malam pengisi hati.
Apa kabar? Nampaknya dua hari ini
kamu begitu sibuk dengan urusanmu.Bisakah kamu Sisakan sebentar waktumu? cukup
sebentar saja untuk kamu bisa beristirahat,untuk kamu bisa sebentar tertidur
lelap dalam lelahmu.Maafkan aku yang kemarin sempat marah padamu,memintamu
untuk memperhatikanku disaat kamu sibuk dengan tanggung jawabmu.Kini aku
sadar,tak selamanya kamu akan terus berada disampingku,mendengar cerita
konyolku dan selalu hadir menjadi bagian dalam aktivitasku disekolah.Bukankah
seorang penyair mengatakan bahwa seindah apapun huruf yang terukir baru akan
bermakna jika terdapat jarak diantaranya?.Dan mungkin sekarang kita mengalami
fase jarak yang dimaksud olehnya.
Biarkan,biarkan semuanya seperti
ini.Kamu dengan kesibukanmu dan aku dengan rutinitasku,semoga jarak yang
tercipta diantara kita tidak terlalu jauh.Juga tidak menjadikanmu sebagai
seseorang yang “asing” dalam hidupku.
Percayalah,aku tidak akan
menunjukan sikap kekanak-kanakanku kepadamu.Walaupun kadang hati ini sempat
mengumpat sendiri didalam sana,namun aku akan terus belajar sabar
untukmu.Belajar untuk tidak memintamu menomorsatukanku,belajar agar tidak
merengek meminta waktumu seperti kemarin,dan belajar untuk memahami keadaan mu.
Simpanlah semua kata maaf atas kesibukanmu,karna
aku tidak pernah membutuhkan itu.Aku tidak butuh rasa bersalahmu yang justru
membuatku juga merasa bersalah.Karna disini tidak ada yang harus
disalahkan,tidak ada yang harus dipojokan,dan tidak ada yang perlu meminta
maaf.
Hei Pengisi hati.
Setabah apapun hati ini,Sesabar
apapun diri ini.
Percayalah.
Untuk sekarang ,aku merindukanmu
dengan sebenar-benarnya.
Diposting oleh Unknown di 20.27 0 komentar
Sebuah senja singkat
Minggu, 27 September 2015
Untuk Hari Ini,26 September
2015..
Hari yang begitu lama ku tunggu
dan juga ku harapkan.Hari yang aku nantikan setelah tanggal 9 september
lalu.Hari dimana aku bisa benar-benar mendapatkan waktumu untuk sebentar
saja.Walaupun hanya sekedar berjalan di toko buku tanpa maksud dan tujuan,aku
tak akan pernah melupakanya.
Hingga tak terasa 60 menit
berlalu,kita masih saja kesana-kemari membaca jajaran sinopsis buku untuk
menyibukan diri.Meskipun sesekali kita bermain tebak-tebakan jawaban di sebuah
kumpulan buku soal yang membuatku pusing sendiri.
Tubuhmu yang tinggi dan sigap
membuatku merasa nyaman saat berjalan dibelakangmu.Mendengarkan tawa dan suara
khasmu membuatku ingin memperlambat waktu yang tengah berlalu.Walaupun kadang
ku bertanya didalam hati,apa benar aku sesenang ini saat aku berjalan
bersamamu? Tentu saja jawaban itu ada
dalam senyumku saat ini.Senyum yang mengungkapkan kerinduanku pada sosok yang
pernah hilang bertahun-tahun yang lalu.
Aku tak pernah merasakan
kenyamanan ini sebelumnya,dimana aku dan kamu bisa sedekat ini.Bercerita
panjang lebar ditengah berisiknya deru mesin disepanjang jalan,tanpa peduli
kepada orang-orang yang mungkin juga turut mendengarkan.
Memang bukan sebuah kencan
pertama yang besar dan istimewa,namun hal ini begitu sempurna untuk membuatku
selalu untuk mengingatnya.
Terimakasih untuk hari ini.
Diposting oleh Unknown di 21.31 0 komentar
Catatan rindu diperjalanan itu.
Minggu, 20 September 2015
Di hari ke 11 yang berbahagia
ini.
Aku merasakan rindu yang teramat
dalam padamu,karna hari ini tak sedetikpun mata kita bisa saling
bertemu.Suaramu yang khas membuatku ingin dan ingin mendengarkanya saat ini
juga.Serta senyum mu yang hari ini tidak bisa kulihat,membuatku jemu atas
pijakan waktu yang telah berlalu.
Barisan lampu gunung kota
semarang membuatku ingin segera pulang dan kembali bersekolah.Kembali menyelesaikan
hari lelahku bersamamu dan kembali melambungkan tinggi mimpi kita
masing-masing.
Lucu memang,setelah aku mulai
lupa cara merindukan seseorang.Rangkaian kata dalam namamu seakan berebut
berbaris di otak ku menjadi yang nomor satu.Hingga memaksa hatiku untuk turut
bersedih dalam kerinduan itu.
Wahai kerinduan ku,jangan biarkan
rasa percaya ini terkalahkan oleh rasa curiga yang tak bersebab.Biarkanlah aku
merasa tenang,untuk sebentar saja.
Diposting oleh Unknown di 20.00 0 komentar
Rabu, 16 September 2015
Kepada perasaan
khawatir yang masih selalu hadir.Juga pada rasa curiga yang masih sering
menyela.Terutama kepada rasa cemburu yang masih selalu mengganggu.
Untuk hari
ini,seminggu setelah senja itu.Aku masih menyayangimu,bukan sebatas kumpulan
kalimat pada sebuah paragraf.Bukan sebatas kalimat rayu untuk meyakinkanmu
bahwa aku mencintaimu.Aku masih ingin merasakan semua rasa ini untuk lebih lama
lagi,tanpa mengenal kalimat “selesai” dan juga “usai”.Aku masih ingin bercerita
denganmu dihari-hari lelahku walaupun kita tak selalu bertemu.Mengertilah
sayang,disaat kamu sibuk dengan urusan dan masalahmu,aku disini ada untuk
merindukanmu.Serta berharap kamu mau bercerita padaku atas apa yang terjadi
pada dirimu.Meskipun sering kamu pendam sendiri masalah itu dan kembali
menghiburku seolah tak pernah terjadi apa-apa.Dikala rasa cemburu itu mulai
menghardikku,aku hanya bisa tersenyum dan meyakinkan hati bahwa kamu hanya
untukku.Terkadang aku merasa konyol,disaat aku harus sibuk memikirkan celotehan
adik kelas untuk kemudian ku jadikan alasan untuk mencemburuimu.Entah itu akan
menyakitkanku atau tidak,percayalah aku ingin merasakan hal ini lebih lama
lagi.
Jika boleh aku
berharap lebih,aku ingin kamu menjadi tempat ke tigaku mengadu,setelah Tuhanku
dan juga Orang tua ku.Tetaplah menjadi dirimu yang sekarang.Kamu dengan
kesibukanmu dan aku dengan rutinitasku.Biarkan semua ini mengalir dengan
sendirinya dengan perasaan yang ada.Kamu untukku dan aku untukmu.
Jangan biarkan
waktu dan keadaan memisahkan kita lagi seperti berberapa tahun yang
lalu.Terimakasih untuk waktu yang sering kamu sempatkan untukku.
Seseorang
yang masih bersama mimpi-mimpinya.
Kapital
A
Diposting oleh Unknown di 18.24 0 komentar
Masih untuknya dan tentangnya pada tanggal 9 lalu.
Kamis, 10 September 2015
Rasa ini masih sama,masih seperti kemarin.Juga masih pada
objek yang sama,seseorang yang sering menungguku pulang di hari-hari lelahku.
Tanpa kusadari sebelumnya, aku tak pernah bisa menebak jalan
cerita ini.Kamu yang sebelumnya begitu jauh tiba-tiba mulai masuk dalam ucap
doa dalam sujudku.Mulai membuatku khawatir ketika kamu tiada kabar diluar
sana.Juga sering membuatku kesal karna pesan-pesan text mu yang mendadak
singkat tanpa alasan.
Hei huruf kapital pertamaku,
Kurasa kamu begitu hebat,membuatku kembali merasakan rasa
itu setelah berberapa kali kegagalan ku dalam cerita-ceritaku kemarin.Kamu
membuatku kembali memikirkanmu,mendoakanmu dan mencemburuimu disaat banyak
perempuan diluar sana yang mengidolakanmu.
Kamu kembali membuatku percaya atas komitmen yang kamu buat
kala senja itu,juga menuntunku seutuhnya hadir dalam hidupmu lagi.
Aku bahagia,namun aku juga takut untuk kembali melangkah
bersamamu.Bagaimana jika suatu hari kita tak sejalan kemudian kita berpisah
arah? Bagaimana jika suatu hari salah satu diantara kita jemu untuk saling
memahami satu sama lain?
Ah sudahlah,mungkin perasaan ini hanya sebatas perasaan
cemasku untukmu.
Hei the first Alphabet,
Aku berharap jalan cerita ini bukan hanya sebatas cerita
singkat di penghujung masa putih abu-abu ini.Bukan hanya sekedar sekejap untuk
menemani,kemudian pergi tanpa alasan pasti.
Terimakasih telah mencintaiku lagi.
-Seseorang
yang selalu merindukanmu-
Diposting oleh Unknown di 19.06 0 komentar
Catatan Kecil untuk senja seminggu lalu..
Senin, 31 Agustus 2015
Kepada
kamu
Yang
ada dalam baitku
Entah
menjadi sebuah awal atau akhir dari sebuah perjalanan.
Cerita
ini cukup panjang untuk ku baitkan.
Walaupun
hanya sebatas janji kata terhadap
kalimat,yang menjadikanya hidup dan tetap utuh.
Kamu
adalah catatan lama yang kupendam cukup
lama selama bertahun-tahun ini.
Kamu
dengan cerita mu dan aku dengan ceritaku.
Bagiku,Kamu
bukan hanya sebatas catatan lama yang mudah kulupakan.
Karna
hadirmu masih sering membuatku menyesal atas apa yang pernah ku lakukan dulu.
Tentang
luka itu,
Dan
semua kenangan-kenangan kelam itu.
Sekarang
kamu hadir kembali dalam hidupku.
Menjadi
bagian dalam cerita keseharianku dan menjadikanmu sebagai prioritasku saat ini.
Kamu
menjadikanku kembali ada dalam hidupmu.
Menghidupkan
kembali apa yang telah hilang 5 tahun yang lalu.
Hadirmu
yang tiba-tiba
Membuatku
untuk menuntutmu menjawab beribu pertanyaan dalam benakku
Namun,
Aku
sadar dan aku tak akan bertindak lebih,
Memintamu
menjelaskan ini itu demi egoku.
Sementara
aku,hanya sebatas serpihan masalalumu
Dan
mungkin hanya sebatas itu.
Untuk
kehadiranmu saat ini saja.
Aku
sudah cukup bahagia,walaupun terkadang aku hilang dalam pengabaianmu.
Terimakasih
telah membuatku kembali ada.
Sebagai
bagian dari cerita hidupmu lagi.
-Penulis
Bait yang tak tersampaikan oleh lisan_
Kapital A
Diposting oleh Unknown di 20.02 0 komentar
Langganan:
Komentar (Atom)