DIA adalah..

Jumat, 13 Februari 2015




Mereka begitu kuat,Mereka  begitu ceria dan mereka selalu ada.
Mereka yang biasa kusebut dengan sebutan “sahabat”.

Yapps,Tiada satupun makhluk di dunia ini yang mampu hidup sendiri.Sekecil apapun makhluk itu,sehina apapun makhluk itu pasti membutuhkan makhluk lain untuk menemani hari-harinya.
Sejak kita kecil kita pasti punya sama yang namanya teman bermain.Entah itu laki-laki ataupun perempuan entah sekarang menjadi kawan ataupun menjadi lawan.Namun pada hakikatnya teman adalah teman,tidak ada yang namanya “mantan” di dalam kamus pertemanan.Walaupun ikatan pertemanan itu telah berubah wujud menjadi ikatan yang lain.
Teman adalah energi,tak mampu mudah di ciptakan dan tak akan mudah untuk di lenyapkan. Teman tak akan mampu terlenyapkan oleh keadaan,jarak dan juga kematian.
Didunia ini ada banyak jenis pertemanan baik secara langsung maupun hanya dalam bentuk tulisan.Teman sekolah,teman les,teman se-desa,teman ngumpul,teman ngopi,teman rumpi,teman di facebook,twitter, dan beribu ribu juta komunitas teman yang lain.
Bagiku,teman adalah saudara kandung kedua ku.Walaupun kadang terasa begitu menyebalkan dan menjengkelkan,namun aku begitu takut kehilangan mereka.Takut kehilangan tawa canda mereka,takut kehilangan momen-momen gila yang mereka buat dan takut jika mereka tak mau mengenalku lagi.
Mereka terlalu berharga untuk hilang dari semua itu,walaupun suatu hari nanti aku dan mereka akan terpisah .Jauh dan tak akan bertemu di setiap harinya.
Dan pada saat titik inilah,kedewasaan menjadi teman mulai teruji.Bertemu dengan orang-orang yang baru,kesibukan yang baru dan ... jika saat itu terjadi,aku harap mereka masih mampu mengingat sepotong namaku.Setidaknya mereka ingat bahwa aku pernah menjadi teman masa lalunya.
Dan bagaimana denganku? Mungkinkah aku juga selalu mengingat namanya? Jika tidak..Setidaknya aku akan mengingat bahwa dia pernah menjadi bagian dari kehidupanku dulu.
_Kapital A_

0 komentar: