Mereka begitu kuat,Mereka begitu ceria dan mereka selalu ada.
Mereka yang biasa kusebut dengan sebutan “sahabat”.
Yapps,Tiada satupun makhluk di dunia ini yang mampu hidup
sendiri.Sekecil apapun makhluk itu,sehina apapun makhluk itu pasti membutuhkan makhluk
lain untuk menemani hari-harinya.
Sejak kita kecil kita pasti punya sama yang namanya teman
bermain.Entah itu laki-laki ataupun perempuan entah sekarang menjadi kawan
ataupun menjadi lawan.Namun pada hakikatnya teman adalah teman,tidak ada yang
namanya “mantan” di dalam kamus pertemanan.Walaupun ikatan pertemanan itu telah
berubah wujud menjadi ikatan yang lain.
Teman adalah energi,tak mampu mudah di ciptakan dan tak akan
mudah untuk di lenyapkan. Teman tak akan mampu terlenyapkan oleh keadaan,jarak
dan juga kematian.
Didunia ini ada banyak jenis pertemanan baik secara langsung
maupun hanya dalam bentuk tulisan.Teman sekolah,teman les,teman se-desa,teman
ngumpul,teman ngopi,teman rumpi,teman di facebook,twitter, dan beribu ribu juta
komunitas teman yang lain.
Bagiku,teman adalah saudara kandung kedua ku.Walaupun kadang
terasa begitu menyebalkan dan menjengkelkan,namun aku begitu takut kehilangan
mereka.Takut kehilangan tawa canda mereka,takut kehilangan momen-momen gila
yang mereka buat dan takut jika mereka tak mau mengenalku lagi.
Mereka terlalu berharga untuk hilang dari semua itu,walaupun
suatu hari nanti aku dan mereka akan terpisah .Jauh dan tak akan bertemu di
setiap harinya.
Dan pada saat titik inilah,kedewasaan menjadi teman mulai
teruji.Bertemu dengan orang-orang yang baru,kesibukan yang baru dan ... jika
saat itu terjadi,aku harap mereka masih mampu mengingat sepotong
namaku.Setidaknya mereka ingat bahwa aku pernah menjadi teman masa lalunya.
Dan bagaimana denganku? Mungkinkah aku juga selalu mengingat
namanya? Jika tidak..Setidaknya aku akan mengingat bahwa dia pernah menjadi bagian
dari kehidupanku dulu.
_Kapital A_
0 komentar:
Posting Komentar