Cerpenku :Pertunangan Semu

Kamis, 27 Maret 2014



Pertunangan Semu...
Karya      : Asa Uswatun Khasanah

Pukul 20.30 WIB di depan gerbang kampus.
Di malam yang hampir terguyur hujan ini,aku menunggu kekasihku Herdy untuk menjemputku.Udara dingin seakan memaksa untuk masuk ke dalam jaketku.Gak biasanya Herdy membiarkanku untuk lama menunggu seperti ini.Dan Hpku juga kebetulan 10 menit yang lalu juga mati.
Karena lama menunggunya,aku tertidur di sebuah kursi panjang tua.Sesaat kemudian aku mendengar suara motor Herdy.Aku terbangun dan ku lihat wajahnya pucat dan tersenyum beku padaku.
“tumben kamu kok lama banget”,aku mulai menaiki motor Herdy
Ia sama sekali tidak menjawab,dan langsung menancap gas motornya.Di perjalanan Herdy tak berkata apapun,dia diam.Dan aku pikir dia kelelahan,jadi aku tak memaksakan diri agar dia berbicara.Di sebuah jalan ku melihat kerumunan orang dan aku rasa ada kecelakaan di jalan itu.Ku melihat sebuah sepeda motor yang rusak parah di tepi orang banyak itu.
“kasihan banget ya orang yang kecelakaan itu”,aku mulai berkomentar.
Lagi-lagi Herdy tak menjawab komentarku.Karna aku kesal aku memberanikan diri untuk menepuk pundak Herdy.Lengan herdy terasa sangat dingin.
“sayang,kamu kenapa sich dari tadi aku aja bicara kamu diem aja?kamu marah sama aku?”,Gerutuku
Dia diam dan memberhentikan sepeda motornya.Karena memang sudah sampai di depan rumahku.Ia membuka helm dan menggenggam tanganku
“Maafin aku ya..”,Ia terlihat lemah
Aku terdiam,baru kali ini ia terlihat seperti ini.Iapun pergi meninggalkan pelataran rumahku.
Ke esokan harinya.
Pukul07.30 Wib diruang makan
Mama & papa pergi pagi-pagi sekali sehingga aku sarapan sendiri.Kata Bi’ imah mereka pergi buru-buru .
Selesai sarapan aku menunggu jemputan dari Herdy.Lagi-lagi dia membuatku untuk lama menunggu.Semalam aku lupa untuk mengisi batterai hpku.
Karna takut Herdy tak bisa menjemputku akupun berangkat sendiri mengendarai motorku.
Sampai dikampus sahabat-sahabatku seakan menghilang dari pandanganku.
“Mereka kemana ya hufftt ga seru nich harus sendirian gini ...”,Gumamku sambil memainkan sedotan es ku.
Dari kejauhan ku lihat Herdy tersenyum padaku ia melambaikan tanganya padaku..Namun ia pergi begitu saja.Aku bergegas meninggalkan meja kantin no 7 itu dan berlari mengejarnya.
Ia pergi ke arah belakang kampus.Kini,aku berdiri tepat dibelakangnya.
“Herdy..”,Suasana seketika hening
Ia tersenyum beku Dan memandangku.
“Selamat ulang tahun ya fa,maafkan aku jika hari ini aku membuatkamu sedih..Aku sayang kamu”,ia meneteskan air mata
Astaga aku lupa..kalau hari ini ulangtahunku.Mungkin semalam itu Herdy diam karna ingin memberi surprise untukku.Namun mengapa Herdy malah pergi meninggalkan ku.Aku rasa ini adalah salah satu bagian surprise darinya..
“Ifa...!!”,ku lihat ketiga sahabatku mendekatiku.Mereka memelukku,namun ada yang berbeda dari mereka.
“selamat ulang tahun ya fa”,ucap Fika
“kamu harus tetep tegar atas semua ini”,ucap Anita kemudian
“makasih ya..maksud kalian tegar kenapa?”,aku bingung dengan ketiga sahabatku karna raut wajah mereka  terlihat sedih
“aku tau kamu sangat terpukul,dan kami juga ngerti kok fa..”,Fika malah menangis
“kalian kenapa?”,kini aku benar-benar sedikit berteriak
Mereka bertiga bingung melihatku.
“kenapa kalian diam ?”,
“fa,jadi kamu bener-bener gak tau apa yang terjadi”,Fika kini mulai menjelaskan
“Fa..Herdy..”,ia kemudian terdiam
“Herdy?kenapa Herdy tadi dia baru aja ngucapin selamat ulang tahun ke aku hloh?tau gak semalem dia tu diem gitu waktu jemput aku eh....”,
 “Ifa.. Herdy udah gak ada !”,Kini Anita memotong kata-kataku’
“nggak ada gimana?gak ada dikelas maksud kamu?”,aku bingung
“IFA.. HERDY UDAH PERGI.. DIA PERGI NINGGALIN KITA SEMUA. ! HERDY MENINGGAL DUNIA IFA !!”,kini Anita memelukku
“kalian apa-apaan sich bercanda kalian tu gak lucu banget tau gak”,aku kesal
“aku gak bercanda fa..Herdy bener-bener udah gak ada”,ia meyakinkanku
Aku terdiam..Aku seakan ingin hilang ditelan bumi.Aku tak pernah percaya hal ini bisa terjadi.Padahal jelas-jelas tadi Herdy ada disini,di dekatku.Tubuhku mulai lemas dan aku udah gak inget apa-apa setelah itu.
Saat aku terbangun ku mendengar suara surat yasin yang dibacakan oleh orang banyak.Dan aku segera keluar dari kamar yang tak asing bagiku itu.Ku melihat mama Herdy menangis di depan seorang jenazah.Tubuh itu terlihat kaku,seakan wajahnya memancarkan kesedihan yang mendalam namun ia seperti terlihat tersenyum beku sama dengan kebekuan senyuman Herdy semalam.Dan jasad itu memang benar-benar Herdy. Kini kulihat ia benar-benar tak bernyawa lagi.Aku mendekati tubuh tak bernyawa itu dan menangis untuknya untuk terakhir kalinya.
Bayang bayang Herdy seakan silir berganti teringat di dalam benakku.Saat ia pertama kali menyatakan cintanya padaku,saat aku harus cemburu pada dosen saat ia menjadi asisten dosen  di kampus,dan suara tertawa Herdy yang khas kini hanya tinggal kenangan .Pemakaman Herdy akan dilakukan keesokan harinya karna papanya masih berada di negeri Jiran.
Herdy..Aku tak pernah percaya jika kamu begitu cepat meninggalkanku dihari ulang tahunku ini.Aku takan pernah mampu untuk melupakanmu.Melupakan semua kenangan-kenangan yang pernah kita ukir bersama sejak SMA sampai hari ini.
Semalam penuh aku memutuskan untuk tidur di samping jasad Herdy.Menemani disampingnya sampai matahari pagi akan membawanya jauh dariku.
(Di sebuah tempat yang indah,penuh dengan kesunyian dan bunga-bunga yang bermekaran)
“Ifa..!”,suara itu sangat aku kenal dan aku mencari-cari suara itu.Kulihat seseorang yang membawakanku bunga dengan baju serba putih.
“Herdy...!”,aku memeluknya
.”Aku kecewa sama kamu Herdy,mana janji kamu?berberapa hari lalu kamu bilang untuk segera bertunangan denganku?tapi kenapa kamu malah pergi”,aku menangis dalam peluknya
“maafkan aku Ifa,mungkin di dunia kita tak mampu untuk bertunangan..Namun disini,kita akan melakukanya ”,ia tersenyum padaku
Herdy memakaikan cincin padaku.Cincin itu sangat-sangat indah.Ku lihat mata Herdy meneteskan airmatanya.Tiba-tiba dia hilang begitu saja.
“Herdy !!!”,ku mencoba mengejarnya
Namun seketika aku terbangun setelah mama Herdy membangunkanku.Ku melihat jari tanganku dan sebuah cincin telah melingkar di jari manisku.Cincin ini,sama persis dengan apa yang ku impikan tadi.Aku benar-benar tak menyangka semua ini bisa terjadi,mimpi itu seperti nyata dan cincin ini benar-benar ada dalam tanganku.Tiba-tiba ku melihat di sekitar mata Herdy terlihat bekas airmata.Ia benar-benar seperti orang yang hanya tertidur bukan seperti orang yang meninggal.Namun,mama Herdy tak pernah percaya tentang pertunangan semu ku bersama Herdy.Biarlah semua ini hanya Tuhan yang tau.Kuberharap Herdy tenang di sisi Tuhan.Dan aku akan selalu mengenangnya sebagai Pangeran dalam mimpiku :’)
“Ku tak bisa menggapaimu takkan pernah bisa walau sudah letih hati,tak mungkin lepas lagi..Kau hanya mimpi bagiku tak mungkin jadi nyata dan sgala rasa buatmu harus padam & berakhir..

0 komentar: