Pertunangan Semu...
Karya :
Asa Uswatun Khasanah
Pukul 20.30 WIB di depan gerbang kampus.
Di malam
yang hampir terguyur hujan ini,aku menunggu kekasihku Herdy untuk
menjemputku.Udara dingin seakan memaksa untuk masuk ke dalam jaketku.Gak
biasanya Herdy membiarkanku untuk lama menunggu seperti ini.Dan Hpku juga
kebetulan 10 menit yang lalu juga mati.
Karena
lama menunggunya,aku tertidur di sebuah kursi panjang tua.Sesaat kemudian aku
mendengar suara motor Herdy.Aku terbangun dan ku lihat wajahnya pucat dan
tersenyum beku padaku.
“tumben
kamu kok lama banget”,aku mulai menaiki motor Herdy
Ia sama
sekali tidak menjawab,dan langsung menancap gas motornya.Di perjalanan Herdy
tak berkata apapun,dia diam.Dan aku pikir dia kelelahan,jadi aku tak memaksakan
diri agar dia berbicara.Di sebuah jalan ku melihat kerumunan orang dan aku rasa
ada kecelakaan di jalan itu.Ku melihat sebuah sepeda motor yang rusak parah di
tepi orang banyak itu.
“kasihan
banget ya orang yang kecelakaan itu”,aku mulai berkomentar.
Lagi-lagi
Herdy tak menjawab komentarku.Karna aku kesal aku memberanikan diri untuk
menepuk pundak Herdy.Lengan herdy terasa sangat dingin.
“sayang,kamu
kenapa sich dari tadi aku aja bicara kamu diem aja?kamu marah sama aku?”,Gerutuku
Dia diam
dan memberhentikan sepeda motornya.Karena memang sudah sampai di depan
rumahku.Ia membuka helm dan menggenggam tanganku
“Maafin
aku ya..”,Ia terlihat lemah
Aku
terdiam,baru kali ini ia terlihat seperti ini.Iapun pergi meninggalkan
pelataran rumahku.
Ke
esokan harinya.
Pukul07.30
Wib diruang makan
Mama
& papa pergi pagi-pagi sekali sehingga aku sarapan sendiri.Kata Bi’ imah
mereka pergi buru-buru .
Selesai
sarapan aku menunggu jemputan dari Herdy.Lagi-lagi dia membuatku untuk lama
menunggu.Semalam aku lupa untuk mengisi batterai hpku.
Karna
takut Herdy tak bisa menjemputku akupun berangkat sendiri mengendarai motorku.
Sampai
dikampus sahabat-sahabatku seakan menghilang dari pandanganku.
“Mereka
kemana ya hufftt ga seru nich harus sendirian gini ...”,Gumamku sambil
memainkan sedotan es ku.
Dari
kejauhan ku lihat Herdy tersenyum padaku ia melambaikan tanganya padaku..Namun
ia pergi begitu saja.Aku bergegas meninggalkan meja kantin no 7 itu dan berlari
mengejarnya.
Ia pergi
ke arah belakang kampus.Kini,aku berdiri tepat dibelakangnya.
“Herdy..”,Suasana
seketika hening
Ia
tersenyum beku Dan memandangku.
“Selamat
ulang tahun ya fa,maafkan aku jika hari ini aku membuatkamu sedih..Aku sayang
kamu”,ia meneteskan air mata
Astaga
aku lupa..kalau hari ini ulangtahunku.Mungkin semalam itu Herdy diam karna
ingin memberi surprise untukku.Namun mengapa Herdy malah pergi meninggalkan
ku.Aku rasa ini adalah salah satu bagian surprise darinya..
“Ifa...!!”,ku
lihat ketiga sahabatku mendekatiku.Mereka memelukku,namun ada yang berbeda dari
mereka.
“selamat
ulang tahun ya fa”,ucap Fika
“kamu
harus tetep tegar atas semua ini”,ucap Anita kemudian
“makasih
ya..maksud kalian tegar kenapa?”,aku bingung dengan ketiga sahabatku karna raut
wajah mereka terlihat sedih
“aku tau
kamu sangat terpukul,dan kami juga ngerti kok fa..”,Fika malah menangis
“kalian
kenapa?”,kini aku benar-benar sedikit berteriak
Mereka
bertiga bingung melihatku.
“kenapa
kalian diam ?”,
“fa,jadi
kamu bener-bener gak tau apa yang terjadi”,Fika kini mulai menjelaskan
“Fa..Herdy..”,ia
kemudian terdiam
“Herdy?kenapa
Herdy tadi dia baru aja ngucapin selamat ulang tahun ke aku hloh?tau gak
semalem dia tu diem gitu waktu jemput aku eh....”,
“Ifa.. Herdy udah gak ada !”,Kini Anita
memotong kata-kataku’
“nggak
ada gimana?gak ada dikelas maksud kamu?”,aku bingung
“IFA..
HERDY UDAH PERGI.. DIA PERGI NINGGALIN KITA SEMUA. ! HERDY MENINGGAL DUNIA IFA
!!”,kini Anita memelukku
“kalian
apa-apaan sich bercanda kalian tu gak lucu banget tau gak”,aku kesal
“aku gak
bercanda fa..Herdy bener-bener udah gak ada”,ia meyakinkanku
Aku
terdiam..Aku seakan ingin hilang ditelan bumi.Aku tak pernah percaya hal ini
bisa terjadi.Padahal jelas-jelas tadi Herdy ada disini,di dekatku.Tubuhku mulai
lemas dan aku udah gak inget apa-apa setelah itu.
Saat aku
terbangun ku mendengar suara surat yasin yang dibacakan oleh orang banyak.Dan
aku segera keluar dari kamar yang tak asing bagiku itu.Ku melihat mama Herdy
menangis di depan seorang jenazah.Tubuh itu terlihat kaku,seakan wajahnya
memancarkan kesedihan yang mendalam namun ia seperti terlihat tersenyum beku sama
dengan kebekuan senyuman Herdy semalam.Dan jasad itu memang benar-benar Herdy.
Kini kulihat ia benar-benar tak bernyawa lagi.Aku mendekati tubuh tak bernyawa
itu dan menangis untuknya untuk terakhir kalinya.
Bayang bayang
Herdy seakan silir berganti teringat di dalam benakku.Saat ia pertama kali
menyatakan cintanya padaku,saat aku harus cemburu pada dosen saat ia menjadi
asisten dosen di kampus,dan suara
tertawa Herdy yang khas kini hanya tinggal kenangan .Pemakaman Herdy akan
dilakukan keesokan harinya karna papanya masih berada di negeri Jiran.
Herdy..Aku
tak pernah percaya jika kamu begitu cepat meninggalkanku dihari ulang tahunku
ini.Aku takan pernah mampu untuk melupakanmu.Melupakan semua kenangan-kenangan
yang pernah kita ukir bersama sejak SMA sampai hari ini.
Semalam
penuh aku memutuskan untuk tidur di samping jasad Herdy.Menemani disampingnya
sampai matahari pagi akan membawanya jauh dariku.
(Di
sebuah tempat yang indah,penuh dengan kesunyian dan bunga-bunga yang bermekaran)
“Ifa..!”,suara
itu sangat aku kenal dan aku mencari-cari suara itu.Kulihat seseorang yang
membawakanku bunga dengan baju serba putih.
“Herdy...!”,aku
memeluknya
.”Aku
kecewa sama kamu Herdy,mana janji kamu?berberapa hari lalu kamu bilang untuk
segera bertunangan denganku?tapi kenapa kamu malah pergi”,aku menangis dalam
peluknya
“maafkan
aku Ifa,mungkin di dunia kita tak mampu untuk bertunangan..Namun disini,kita
akan melakukanya ”,ia tersenyum padaku
Herdy
memakaikan cincin padaku.Cincin itu sangat-sangat indah.Ku lihat mata Herdy
meneteskan airmatanya.Tiba-tiba dia hilang begitu saja.
“Herdy
!!!”,ku mencoba mengejarnya
Namun
seketika aku terbangun setelah mama Herdy membangunkanku.Ku melihat jari
tanganku dan sebuah cincin telah melingkar di jari manisku.Cincin ini,sama
persis dengan apa yang ku impikan tadi.Aku benar-benar tak menyangka semua ini
bisa terjadi,mimpi itu seperti nyata dan cincin ini benar-benar ada dalam
tanganku.Tiba-tiba ku melihat di sekitar mata Herdy terlihat bekas airmata.Ia
benar-benar seperti orang yang hanya tertidur bukan seperti orang yang
meninggal.Namun,mama Herdy tak pernah percaya tentang pertunangan semu ku
bersama Herdy.Biarlah semua ini hanya Tuhan yang tau.Kuberharap Herdy tenang di
sisi Tuhan.Dan aku akan selalu mengenangnya sebagai Pangeran dalam mimpiku :’)
“Ku tak bisa
menggapaimu takkan pernah bisa walau sudah letih hati,tak mungkin lepas
lagi..Kau hanya mimpi bagiku tak mungkin jadi nyata dan sgala rasa buatmu harus
padam & berakhir..
0 komentar:
Posting Komentar