My self

Selasa, 05 Agustus 2014



Sesuai dengan judul postingan ini
Aku pengen ceritain dikit tentang my self..sebenernya ini tu gak  begitu penting tapi terserah aja deh mau dibaca ato nggak ini Cuma sekedar tulisan iseng aja biar Blog ku gak sepi *kelamaan* emm oke kita mulai sekarang !!
Kenalin nama aku Asa Uswatun Khasanah.. Cukup dipanggil A S A yapp 3 huruf aja tapi cukup berarti *halahalay* tapi serius aku bangga punya nama seperti ini karna namaku memiliki arti *contoh harapan yang baik* jadi nih ye orang tua ku memberi nama aku seperti aku biar aku memiliki cita-cita dan harapan yang baik ya kalo bisa sih gak Cuma dijadiin harapan tapi bisa juga dijadiin kenyataan..
Next .. Aku dilahirkan secara aksel *kobisa?* because aku terlahir prematur dengan berat badan hanya 1,5 Kg,16 tahun yang lalu tepatnya tanggal 5 di bulan kemerdekaan RI..
Aku terlahir terlalu cepat dan aku ditakdirkan pula untuk berbicara terlalu cepat -_- nggak Cuma itu akupun sering mengambil keputusan yang terlalu cepat hingga pada akhirnya di ending aku ngerasa kecewa dan nyesel.
Aku anaknya humoris namun aku juga mudah mengambil serius tentang suatu hal.sekarang,aku duduk di bangku SMA di SMA NEGERI 1 GEMOLONG ..Aku mengambil jurusan IPS karna aku alergi banget sama yang namanya ngitung menghitung *iniserius*
Di SMA aku gak ikut organisasi sama sekali karna mungkin ambisi untuk berorganisasiku sudah ku habiskan di SMP :D Namun,semua itu ku lakukan demi mengejar mimpiku untuk bisa kuliah di Sekolah Tinggi Akutansi Negara *yeyeey* aku bakalan serius belajar untuk menggapai itu !! *fighting!
Ngomongin cita-cita dulu waktu SMP aku sempet minat pengen jadi seorang Programmer. Namun entah kenapa semenjak pelajaran TIK dihapuskan aku jadi gak berminat di profesi itu -_- *labil*
Sewaktu kecil aku bercita-cita untuk menjadi seorang penyanyi karna aku suka banget sama lagu-lagu walaupun aku gak bisa main musik :p
Penyanyi favoritku adalah Bondan Prakoso,dan berberapa penyanyi lagu mellow indonesia contohnya om Glen fedly
Buat lagu sih aku suka semua tapi tergantung situasi dan kondisi juga :D selain musik aku juga minat pada seni Tari.. Namun kemampuan Tariku belum seberapa jika dibandingkan dengan kemampuan menyanyiku ..Karna aku gak serba bisa dalam hal seni
Di seni tari aku hanya bisa berberapa tari jawa tengah dan 1 tari Bali.. itupun aku masih belajar semua -_- tapi setidaknya aku berani mencoba untuk tampil dengan seni tari :D
Satu-satunya seni yang apling aku gak bisa adalah GAMBAR -_- gambaranku lebih buruk dari gambaran anak SD .Nilai tertinggi gambar aja aku hanya mendapatkan 85 dari guru seni budayaku *akurapopo*
Selain seni Indonesia aku tak ketinggalan untuk senang dengan budaya K-POP .Namun aku hanya menyukai EXO dan SUJU selain itu aku tak menegetahuinya :D di EXO aku menyukai Luhan Oppa dan di SUJU aku menyukai Siwon Oppa :D Lagu Exo yang paling sering aku dengar adalah Miracle in December .Karna lagu itu mengingatkanku pada seseorangg   ... *ahsudahlupakan*...
Aku suka banget sama yang namanya OUTBOND,HIKING,WALL CLIMBING dan semacam kegiatan alam lainya *bolangsibolang* * -_-  soalnya aku bukan tipe-tipe orang yang Feminim kek gitu :D tapi aku juga ANTI pake BEGETE sma yang namanya CABE-CABEAAANN
.....Bersambungg
Tunggu ceritaku di postingan selanjutnya yaaa...
Ini ceritaku apa ceritamu ?


PUPUS :')

Sabtu, 14 Juni 2014



Ketika Cinta tak selalu dibalas...
Karya : Asa Uswatun Khasanah

Aku sudah lama menyukainya,sejak pertama aku melihat dia ketika pendaftaran sekolah di SMA dan sejak dia menjadi tetanggaku setahun lalu.Aku berharap dia juga menyukaiku karna dia sering simpati kepadakuTapi entahlah,mungkin ia hanya sekedar peduli denganku atau hanya ingin sekedar menjadi temanku.
“Amira ! kamu nulis apaan?”,ucapnya mengagetkanku dari belakang.
“eng gakpapa kok,aku iseng aja”,ucapku padanya
“kantin yuk ! kita susul tamara sama renov”,ajaknya padaku
“em ayo aku juga laper nih”,aku bergegas berdiri
Terkadang aku berpikir mungkinkah dia suka padaku? Aku yang bukan seorang siswa teladan dis ekolah? Aku yang hanya anak orang yang sederhana? Tapi mungkinkah dia menilaiku dari segi materi.
“wah kalian dari mana sih?”,ucap tamara setelah kedatanganku bersamanya.
“aku tadi dari perpus trus tiba-tiba nie anak nyamperin aku ngajak ke kantin”,jelasku pada Tamara
“oiya guys sekalian ya aku mau ngundang kalian ke pesta ulang tahunku nanti malem,pokoknya kalian harus dateng !”,Tamara tersenyum simpul
“Astaga tamara ! gue lupa kalo lo ulang tahun “,ucap renov disambung ucapan ulang tahun darinya.
“happy birthday ya ra ! sorry aku lupa kalo kamu ulang tahun”,ucapku pada Tamara sambil memeluknya.
Sementara itu ku lihat dia tampak diam dan tersenyum pada Tamara.Dan senyum itu cukup membuatku merasa cemburu.
Ku lihat Tamara juga tersenyum padanya dan aku sangat enggan untuk terus berada di antara mereka.
“em sory ya aku pergi dulu ! aku tadi udah buat janji sama Tiara ! bye”,aku berlari meninggalkan mereka
“yeh katanya lo tadi laper”,ucap dia padaku
“enggak jadi kok”,aku menghentikan langkahku dan menoleh sebentar
#Di sudut tangga sekolah
Tamara memang cantik,dia juga pintar dan kaya.Berbeda dengan aku,mungkin dia lebih pantas jika bersama Tamara.Tapi salahkah aku jika aku mencemburuinya??
“eh kamu belum pulang ra?”,Dia muncul tepat dihadapanku
“belom.. lagi males pulang”,ucapku singkat
“pulang bareng yuk”,ajaknya seperti biasa
“enggak usah ! aku masih pengen disini”,jelasku padanya
Karna geram akhirnya Dia kini duduk disampingku.
“kamu kenapa sih ra? Cerita dong sama aku?”,dia khawatir
Aku terdiam.
“ra? Kalo kamu punya masalah cerita dong sama aku?”,ucapnya lagi
Aku tetap terdiam.
“ra ! kamu disakitin sama cowok ya? Siapa ra yang nyakitin kamu? Biar aku temuin tu orang ?”,nada suaranya mulai meninggi
Aku masih enggan berkata.
“yaudah kalo kamu gak mau cerita,sekarang kita pulang aja.”,dia menggandeng tanganku menuruni tangga
Di jalan aku begitu menikmati suasana,dia sengaja memelankan laju motornya agar aku bisa bercerita padanya.Namun aku seakan melupakan masalah tadi dan kini aku bisa tersenyum padanya.
“nah gitu dong senyum”ia menggodaku
Ah rasanya aku ingin terbang,dia begitu peduli padaku dan aku berharap ia bisa membalas perasaanku.
“nanti malem kita berangkat bareng ya kerumah Tamara?”,ucapnya sambil membehentikan motor didepan rumahku.
“em iya deh kamu jemput aku ya?”,aku tersenyum.
“oke bos ! jangan lupa dandan yang cantik”,ucapnya lagi
“yeh apaan sih !”,aku lari meninggalkanya.
Pukul 19.00 WIB
Ia menjemputku dan ia terlihat tampan sekali.
“kamu kenapa liatin aku kayak gitu? Aku keren ya?”,ia tertawa lepas
“iya”,jawabku cepat “eh maksudku nggak keren sama sekali apaan sih lo? Dandan kamu tu kayak om om tau gak?”,ucapku cepat-cepat
“yeh,kamu jaim deh kamu juga kayak tante-tante”,ia tersenyum
Aku tak memperdulikan ucapan itu dan langsung naik ke boncengan motornya.
Sampai dirumah Tamara,Tamara menyambutku dengan sangat ramah.Lagi-lagi tatapan Tamara pada Dia semakin aneh.
“eh ayo masuk!”,ajaknya padaku.
Acarapun  berlalu,dan Tamara semakin dekat dengan dia.Namun,bisa aja dia hanya simpati dalam rangka ultahnya Tamara.
Dan aku gak nyangka,first cake Tamara diberikan pada Dia.Ahh rasanya ! hatiku seperti teriris iris.
Akupun hilang dari hadapan orang-orang.
“nyebelin banget sih kamu !!!!!! mau kamu tu apaa !! aku tu suka sama kamu DIKAAAAAA !!”,teriakku di sebuah jalan yang sepi.
Semenjak itu aku enggan untuk bicara denganya dan agak sedikit menjauh dari kehidupanya.Walaupun dia sering membujukku untuk berbicara denganya.Dan hubunganya bersama Tamara aku tak tau entah mereka sudah jadian atau belum.
“aku pengen ngomong sama kamu?”,Dia mendekatiku
Aku terdiam.
“maksud kamu apa sih ra?kamu jadi aneh gini sama aku?aku salah apa sih sama kamu?”,ia mnimpaku dengan berbagai pertanyaan.
“ra ! kita temenan udah lama, sejak pertama masuk SMA sampe saat ini ! dan baru kali ini kamu begitu marah sama aku?”,ia kini menyentuh pundakku.
Tanpa sepatah katapun aku pergi melaluinya.
“raa !!”,ia memanggilku
Maafkan aku Dika aku bener-bener kesel sama kamu.
Hari ini hasil SNMPTN pun diumumkan dan Alhamdulilah aku masuk ke Universitas favoritku.
“selamat ya ra”,ucapnya mengulurkan tanganya padaku dan ia memelukku
Aku senang sekali dengan hal ini,aku begitu rindu denganya karna selama ini aku jauh darinya.Dan aku memutuskan untuk berhenti marah denganya.
“selamat juga ya buat kamu”,aku tersenyum lega
“maafin aku akhir-akhir ini jutek sama kamu?”,ucapku lagi
“oiya ra aku mau kasih sesuatu sama kamu”,ia mengeluarkan sebuah bingkisan kado
“makasih ya”,aku meraih bungkusan itu.
Siang itu aku makan bareng sama dia,melepas kerinduan yang selama ini aku pendam.
“kamu kok gelisah gitu sih dik? Ada apaan?”,ucapku pada Dika yang sejak tadi sibuk dengan hpnya
“aku mau ngasih surprise sama kamu ra ! “,jelas Dika tersenyum
Dan ku lihat Tamara dari kejauhan,ia melangkah kearahku dan Dika.Ya Tuhan ! ada apa lagi ini.
Tamara duduk disebelah Dika dan tersenyum padaku.
“jadi mana surprisenya dik?”,tanyaku tegang
“Gini ra,kamu kan sahabat aku no 1 dari sahabat ku yang lain dan aku mau kamu yang pertama tau soal....”,
“soal apa dik?”,aku memotongnya
“aku sama Tamara udah pacaran dan aku udah Anniv 2 bulan ini.”,ucapnya lagi
Hatiku seperti ditusuk dengan besi yang panasnya jauh diatas panas bumi.
“kamu yang pertama tau lo ra,soalnya kami backstreet”,Tamara menambahi.
Mereka tampak tersenyum dan aku gak bisa nahan cairan yang udah ada dipelupuk mataku.
“Ra !”,
“maaf ya kayaknya aku harus cepet pulang”,aku lari dari mereka.
“loh kok buru-buru gitu”,Dika bingung dan mengejarku
“aku anter ya?”,Dika menawarkan diri
“eng enggak usah . Permisi !”,
Dika mencoba menahanku tapi gagal dan ia juga masih mengejarku.
“kamu kenapa ra?kamu gak suka kalo aku sama Tamara jadian?”,ia kini menyudutkanku
“ra ! jawab ! apa salah Tamara sampe kamu jadi kayak gini?”,ucapnya lagi
Aku hanya bisa menangis dan terdiam.
“ra ! jawabbb”,ia memegang pundaku
“Karna aku sayang kamu dika ! kamu gak pernah peduli sama perasaanku selama ini ! sejak dulu aku suka dan sayang sama kamu ! KAMU SEHARUSNYA SADAR !”,aku melepaskan tangan dika darin pundakku.
Dika terdiam.
“sekarang kamu tau kan ! kenapa aku jadi kayak gini ! sekarang aku mohon sama kamu jangan pernah temuin aku ! anggep aja kita gak pernah kenal !”,aku meninggalkanya.
Semenjak itu,aku bener bener menghilang dari kehidupan Dika.Dan aku memilih untuk tidak menyebut-nyebut lagi nama itu.Dan biarkan nama itu berlalu,terhapus oleh waktu yang semakin berlalu.Walaupun aku masih sering merindukanya.
“kita takkan pernah bisa memaksakan cinta kita pada seseorang, karna cinta memang tak selalu bisa terbalas.Karna cinta itu memberi tanpa harus meminta”

Meii.

Rabu, 14 Mei 2014

rasanya bulan Mei akan berlalu secepatnya..
Dan ulangan kenaikan kelas akan segera menyambutku pada tanggal 2  nanti..
Seneng juga karna sebentar lagi tittle kakak kelas akan segera kudapat..
Tak ada yang special pada tittle itu
Namun bagiku menjadi kakak kelas merupakan suatu kebanggaan bagiku..
hah sudahlah itu hanyalah sebuah ungkapan yang konyol..

 Di pertengahan bulan nanti akan ada acara ulang tahun disekolahku..
biasa disebut sebut dengan acara Dies Natalis..
acara ulang tahun pertama yang aku ikuti setelah aku masuk di sekolah menengah atas ini..
semoga saja semuanya berjalan dengan baik.

Dan ulangan ulangan yang kini menyerbuku..
aku hanya bisa bersabar pasrah dan trima hasil..
tak banyak harapanku di bulan mei ini..
aku hanya berharap semua yang kini sedang berjalan dan direncanakan akan terlalui dengan baik..

Cinta Datang Terlambat

Kamis, 03 April 2014

Entah..
mungkin ini memang kesalahanku.Penyesalan ini memang bukan pertama kali aku rasakan.
Lagi-lagi mencintai orang yang salah.Yahh Biarlah aku enggan memikirkan ini semua.
Toh dia juga udah terlanjur menjauh dariku :')
Dan aku takan bisa menyalahkan siapa-siapa.Karna memang ini murni kesalahanku,tak mampu membaca kata hatiku dengan benar.
Dan dia,kini hanya bisa aku lihat,..Kita sudah terlanjur jauhh dan semakin menjauh.


Aku berharap jika ia membaca tulisan yang tak berarti ini.
aku hanya ingin ia terima kata maafku yang dulu telah acuhkanya.
aku menyesal benar benar menyesal.
Dan kini mungkin aku baru menyadari DIA lebih tulus dari yang lainya.
Sekali lagi MAAFKAN AKU.

Sekarang aku hanya bisa bersabar.
Menunggu rencana Tuhan selanjutnya untuukku..
TERIMA KASIH.

Cerpenku: Cahaya Lilin kecil

Kamis, 27 Maret 2014



Cahaya Lilin Kecil
Oleh Asa Uswatun Khasanah

3 tahun sudah ku simpan rasaku ini pada seseorang.Seseorang yang selama ini hanya menganggapku hanya sebagai teman.Sejak kecil,Aku dan dia sangat dekat..Bagaikan bulan dan bintang yang slalu berdampingan.Dahulu aku hanya menganggapnya gak lebih dari sosok menyebalkan,namun semenjak usiaku menginjak belasan tahun ini.Aku merasakan hal yang berbeda denganya,aku mulai merasa cemburu ketika ia dekat dengan seorang teman perempuanya.
Malam ini seperti biasa,aku dan dia berada di bawah pohon yang berada diantara rumahku dan rumahnya .Kami mengirimkan harapan-harapan kita pada Tuhan dengan diterangi sebuah cahaya lilin kecil.Yaa,kami akan berdoa setelah lilin itu dinyalakan dan akan berhenti jika cahaya lilin itu padam.
“Apa doamu malam ini ?”,tanya Farhan kepadaku
“Aku berdoa agar seseorang yang aku sayangi tau bahwa aku sangat mencintainya”,ucapku padanya
“wah,pasti kamu doain buat kakak kelas itu kan? Hahaha”,ia tertawa mengejekku
Aku terdiam,aku memandang wajahnya yang kini mulai terbentuk wajah laki-laki yang hendak dewasa.Farhan yang kecil telah menjadi sosok yang istimewa dihatiku.Walaupun,dia takkan pernah tau tentang perasaanku & mungkin takkan pernah membalas rasaku itu.Yaa,karena pada suatu ketika aku menjumpainya di perpustakaan bersama seorang teman perempuan sekelasku.
“YUNAA !”,dia menyapaku namun aku pura-pura tak melihatnya dan pergi menjauhinya.Karna langkah Farhan lebih cepat dengan langkahku.Akhirnya aku pun terpaksa berhenti,dan melihat mereka berdua bergandengan.
“YUN ! nanti pulang sekolah jangan pulang dulu ya :D aku nanti mau ngasih Traktiran PJ buat kamu”,ia begitu bahagia mengatakanya  padahal kata-kata itu seperti petir yang menyambar-nyambar hatiku.Namun,aku nggak boleh terlihat sedih ataupun terlihat cemburu di depan mereka berdua karna bagiku kebahagiaan Farhan yang paling utama.
“WOY ! gimana yun ? bisa nggak”,ia menanyaiku lagi
“emm..maaf ya far aku nanti ada tugas kelompok.mmm aku rasa aku harus pergi .. oiya selamat ya”,aku pergi dari hadapan mereka
Setelah Farhan Jadian sama Nayla,ia kini mulai jarang bareng aku lagi.Ia kini bagaikan sopir,bodyguard,atau apalah bagi Nayla.Namun memang ini kenyataanya suka gak suka,ini semua memang benar-benar terjadi.
Malam ini ku berada di tempat biasanya aku dan Farhan bersama,walaupun terasa beda namun aku nggak akan melupakan tempat ini.Selama gak ada Farhan aku hanya menyalakan lilin hanya sampai setengah batang.Karna Aku dan Farhan telah sepakat bahwa Sebatang Lilin ini akan menjadi saksi tentang harapan 2 orang manusia.Dan aku selalu menaruh setengah batang lilin ini di sekitar tempat pembakaran lilin.
Karna malam sudah semakin dingin,Aku mulai menyalakan sebuah lilin dan tiba-tiba aku merasakan rindu yang sangat mendalam kepada Farhan.
Tuhan,kini aku benar-benar merasa sendiri.Karna ia,kini telah menjadi milik orang lain :’) Tuhan,salahkah aku untuk menangisi semua ini?pantaskah aku untuk cemburu pada Nayla? :’) Sampai kapan aku merasakan semua ini ? Apakah aku harus memendam perasaan ini lebih lama lagi?
Dari kejauhan ku lihat Farhan memasuki pintu rumahnya tanpa melihat ke arahku sedikitpun.
Farhan..Aku benar-benar merindukanmu. :’) sampai kapan kamu membuatku seperti ini? Merasa tersakiti dengan perasaanku sendiri.
Bulan berganti bulan,dan tahun pun juga turut berganti. Tiba saatnya kelulusan di SMA ku.
Kini,Farhan seakan menjadi orang lain bagiku.Boro-boro untuk menyapaku,kini melihatku saja ia sudah enggan. Namun rasa ini,tetap bertahan di dalam hatiku yang sudah beku.Beku karna dinginya sikap Farhan padaku.
(1 bulan berlalu...Dan aku akan  mengambil sebuah keputusan...)
Malam ini adalah malam terakhir aku di Indonesia,karna keluargaku akan pindah rumah keluar negri mengikuti Ayahku yang dipindah tugaskan.Namun,Sebelum aku pergi meninggalkan tempat kelahiranku,ku menyempatkan diri untuk pergi ke tempat istimewaku.Tempat dimana kenangan-kenangan itu masih tersinari oleh cahaya lilin kecil.Sambil menghabiskan cahaya lilin di malam terakhirku ini,Ku tuliskan sebuah surat untuknya,walaupun aku tak berharap banyak jika ia akan membacanya.
Dear Sahabat Masalaluku
Farhan Arqitya
Bertahun-tahun kita telah bersama farhan,dari kita masih ingusan,masih menjadi anak-anak nakal dan sampai kita menjadi seperti ini.Farhan,asal kamu tau ? aku sangat merindukanmu :’) walaupun kamu gak pernah menyadari itu..
Farhan,maafkan aku..aku harus jujur tentang semua ini.Tentang perasaan yang aku simpan bertahun-tahun lamanya.Farhan,Logiskah jika seorang sahabat yang lama bersama kini menginginkan sahabatnya untuk menjadi kekasihnya? Salahkah jika perasaan itu tumbuh dihatiku?dan PANTASKAH aku merasakan perasaan ini padamu???
Farhan,maafkan aku jika aku memiliki perasaan itu...Ku berharap kedepanya perasaan ini tak akan muncul kembali setelah ku utarakan semua ini padamu.
Oiya akupun sekalian ingin berpamitan kepadamu bahwa mulai besok aku dan keluargaku akan pindah rumah ke Singapura.
Namun,aku minta satuhal padamu..Sisakan ruang sedikit saja di dalam hatimu untuk aku sahabat kecilmu.Jika memang tak bisa di dalam,di luarpun tak apa :’) karna aku,hanyalah cahaya lilin kecil yang hampir padam tertiup angin.
Sahabatmu
Yunna Arrofa
Ku letakan surat itu didekat bekas-bekas batang lilin yang pernah aku nyalakan sebelumnya.Setelah cahaya lilin ini padam aku pun kembali kerumah.
Selang berberapa waktu kemudian,Farhan datang ke tempat yang selama ini ia abaikan.
“Ahh bodohnya aku selama ini !!! di bohongi oleh seorang Nayla.. padahal demi dia aku mengabaikan Yuna dan melupakan tempat ini !!!”,Ia lalu mengambil sebuah batang lilin
Setelah tempat itu mulai tersinari cahaya lilin,terlihatlah bekas-bekas setengah batang lilin dan sepucuk surat.Bekas-bekas batang lilin itu bagaikan saksi bisu bahwa selama ini Yunna slalu menunggunya.Kemudian,Farhan membaca surat itu dan ia terlihat sangat menyesal.
“maafkan aku yuna :’ aku menyesali semua ini...ternyata selama ini kamu menungguku bersama cahaya lilin kecil ini..kamu gak boleh pergi Yunaa !! gak boleh”,ia berlari menuju ke jendela kamar Yunna
Ia memanggil-manggil nama Yunna dan melemparkan kerikil kecil kearah kaca jendela ,namun tiada jawaban apapun karna suara Farhan dikalahkan oleh gemuruh Hujan.
Namun,usaha Farhan tak sia-sia.Yunna yang sebelumnya menutup pintu Jendelanya kini membuka jendela itu.
“Yunna !!! aku mohon kamu turun sekarang !! aku mau ngomong smaa kamu YUNNA !”,ia berteriak sekeras-kerasnya
Akhirnya Yunna turun kebawah dan menemui Farhan di tengah derasnya Hujan.
“Yunna aku mohon maafin aku ?jangan pergi tinggalin aku yun..”,Farhan kini berlutut di depanku
“maafkan aku farhan,namun rencana kepindahanku tak akan bisa diubah”,aku mulai terisak dalam tangisku
“Tapi yunna !! aku mencintaimu lebih dari sahabat ..kamu adalah satu-satunya wanita yang tulus mencintaiku ..aku mohon Yunna jangan pergi “,Farhan benar-benar memohon seakan tak peduli moralnya sebagai laki-laki
“Farhan,kini.. Cahaya lilin kecil telah padam ..Karna banyak badai,hujan dan petir yang seakan selalu memadamkan apinya.Cahaya lilin itu kini benar-benar telah mati.. skali lagi maafkan aku Farhan”,Ucapku sambil membuat Farhan berdiri
“baiklah yunna,jika memang tak ada kesempatan lagi untukku..aku akan menunggumu sampai kapanpun !”,ia kemudian pergi begitu saja meninggalkanku......
Tak selamanya yang bercahaya terang itu akan selalu menerangi kita,karna  justru cahaya terang itu mampu dengan mudah membakar kita dengan apinya.Tidak seperti cahaya lilin kecil,yang menghangatkan kita secara perlahan namun ia akan selalu menemani kita walaupun angin dan badai seakan ingin padamkan sinarnya.Namun Cahaya lilin kecil itu telah padam,dan mungkin tak akan pernah bisa bercahaya lagi..

Cerpenku :Pertunangan Semu



Pertunangan Semu...
Karya      : Asa Uswatun Khasanah

Pukul 20.30 WIB di depan gerbang kampus.
Di malam yang hampir terguyur hujan ini,aku menunggu kekasihku Herdy untuk menjemputku.Udara dingin seakan memaksa untuk masuk ke dalam jaketku.Gak biasanya Herdy membiarkanku untuk lama menunggu seperti ini.Dan Hpku juga kebetulan 10 menit yang lalu juga mati.
Karena lama menunggunya,aku tertidur di sebuah kursi panjang tua.Sesaat kemudian aku mendengar suara motor Herdy.Aku terbangun dan ku lihat wajahnya pucat dan tersenyum beku padaku.
“tumben kamu kok lama banget”,aku mulai menaiki motor Herdy
Ia sama sekali tidak menjawab,dan langsung menancap gas motornya.Di perjalanan Herdy tak berkata apapun,dia diam.Dan aku pikir dia kelelahan,jadi aku tak memaksakan diri agar dia berbicara.Di sebuah jalan ku melihat kerumunan orang dan aku rasa ada kecelakaan di jalan itu.Ku melihat sebuah sepeda motor yang rusak parah di tepi orang banyak itu.
“kasihan banget ya orang yang kecelakaan itu”,aku mulai berkomentar.
Lagi-lagi Herdy tak menjawab komentarku.Karna aku kesal aku memberanikan diri untuk menepuk pundak Herdy.Lengan herdy terasa sangat dingin.
“sayang,kamu kenapa sich dari tadi aku aja bicara kamu diem aja?kamu marah sama aku?”,Gerutuku
Dia diam dan memberhentikan sepeda motornya.Karena memang sudah sampai di depan rumahku.Ia membuka helm dan menggenggam tanganku
“Maafin aku ya..”,Ia terlihat lemah
Aku terdiam,baru kali ini ia terlihat seperti ini.Iapun pergi meninggalkan pelataran rumahku.
Ke esokan harinya.
Pukul07.30 Wib diruang makan
Mama & papa pergi pagi-pagi sekali sehingga aku sarapan sendiri.Kata Bi’ imah mereka pergi buru-buru .
Selesai sarapan aku menunggu jemputan dari Herdy.Lagi-lagi dia membuatku untuk lama menunggu.Semalam aku lupa untuk mengisi batterai hpku.
Karna takut Herdy tak bisa menjemputku akupun berangkat sendiri mengendarai motorku.
Sampai dikampus sahabat-sahabatku seakan menghilang dari pandanganku.
“Mereka kemana ya hufftt ga seru nich harus sendirian gini ...”,Gumamku sambil memainkan sedotan es ku.
Dari kejauhan ku lihat Herdy tersenyum padaku ia melambaikan tanganya padaku..Namun ia pergi begitu saja.Aku bergegas meninggalkan meja kantin no 7 itu dan berlari mengejarnya.
Ia pergi ke arah belakang kampus.Kini,aku berdiri tepat dibelakangnya.
“Herdy..”,Suasana seketika hening
Ia tersenyum beku Dan memandangku.
“Selamat ulang tahun ya fa,maafkan aku jika hari ini aku membuatkamu sedih..Aku sayang kamu”,ia meneteskan air mata
Astaga aku lupa..kalau hari ini ulangtahunku.Mungkin semalam itu Herdy diam karna ingin memberi surprise untukku.Namun mengapa Herdy malah pergi meninggalkan ku.Aku rasa ini adalah salah satu bagian surprise darinya..
“Ifa...!!”,ku lihat ketiga sahabatku mendekatiku.Mereka memelukku,namun ada yang berbeda dari mereka.
“selamat ulang tahun ya fa”,ucap Fika
“kamu harus tetep tegar atas semua ini”,ucap Anita kemudian
“makasih ya..maksud kalian tegar kenapa?”,aku bingung dengan ketiga sahabatku karna raut wajah mereka  terlihat sedih
“aku tau kamu sangat terpukul,dan kami juga ngerti kok fa..”,Fika malah menangis
“kalian kenapa?”,kini aku benar-benar sedikit berteriak
Mereka bertiga bingung melihatku.
“kenapa kalian diam ?”,
“fa,jadi kamu bener-bener gak tau apa yang terjadi”,Fika kini mulai menjelaskan
“Fa..Herdy..”,ia kemudian terdiam
“Herdy?kenapa Herdy tadi dia baru aja ngucapin selamat ulang tahun ke aku hloh?tau gak semalem dia tu diem gitu waktu jemput aku eh....”,
 “Ifa.. Herdy udah gak ada !”,Kini Anita memotong kata-kataku’
“nggak ada gimana?gak ada dikelas maksud kamu?”,aku bingung
“IFA.. HERDY UDAH PERGI.. DIA PERGI NINGGALIN KITA SEMUA. ! HERDY MENINGGAL DUNIA IFA !!”,kini Anita memelukku
“kalian apa-apaan sich bercanda kalian tu gak lucu banget tau gak”,aku kesal
“aku gak bercanda fa..Herdy bener-bener udah gak ada”,ia meyakinkanku
Aku terdiam..Aku seakan ingin hilang ditelan bumi.Aku tak pernah percaya hal ini bisa terjadi.Padahal jelas-jelas tadi Herdy ada disini,di dekatku.Tubuhku mulai lemas dan aku udah gak inget apa-apa setelah itu.
Saat aku terbangun ku mendengar suara surat yasin yang dibacakan oleh orang banyak.Dan aku segera keluar dari kamar yang tak asing bagiku itu.Ku melihat mama Herdy menangis di depan seorang jenazah.Tubuh itu terlihat kaku,seakan wajahnya memancarkan kesedihan yang mendalam namun ia seperti terlihat tersenyum beku sama dengan kebekuan senyuman Herdy semalam.Dan jasad itu memang benar-benar Herdy. Kini kulihat ia benar-benar tak bernyawa lagi.Aku mendekati tubuh tak bernyawa itu dan menangis untuknya untuk terakhir kalinya.
Bayang bayang Herdy seakan silir berganti teringat di dalam benakku.Saat ia pertama kali menyatakan cintanya padaku,saat aku harus cemburu pada dosen saat ia menjadi asisten dosen  di kampus,dan suara tertawa Herdy yang khas kini hanya tinggal kenangan .Pemakaman Herdy akan dilakukan keesokan harinya karna papanya masih berada di negeri Jiran.
Herdy..Aku tak pernah percaya jika kamu begitu cepat meninggalkanku dihari ulang tahunku ini.Aku takan pernah mampu untuk melupakanmu.Melupakan semua kenangan-kenangan yang pernah kita ukir bersama sejak SMA sampai hari ini.
Semalam penuh aku memutuskan untuk tidur di samping jasad Herdy.Menemani disampingnya sampai matahari pagi akan membawanya jauh dariku.
(Di sebuah tempat yang indah,penuh dengan kesunyian dan bunga-bunga yang bermekaran)
“Ifa..!”,suara itu sangat aku kenal dan aku mencari-cari suara itu.Kulihat seseorang yang membawakanku bunga dengan baju serba putih.
“Herdy...!”,aku memeluknya
.”Aku kecewa sama kamu Herdy,mana janji kamu?berberapa hari lalu kamu bilang untuk segera bertunangan denganku?tapi kenapa kamu malah pergi”,aku menangis dalam peluknya
“maafkan aku Ifa,mungkin di dunia kita tak mampu untuk bertunangan..Namun disini,kita akan melakukanya ”,ia tersenyum padaku
Herdy memakaikan cincin padaku.Cincin itu sangat-sangat indah.Ku lihat mata Herdy meneteskan airmatanya.Tiba-tiba dia hilang begitu saja.
“Herdy !!!”,ku mencoba mengejarnya
Namun seketika aku terbangun setelah mama Herdy membangunkanku.Ku melihat jari tanganku dan sebuah cincin telah melingkar di jari manisku.Cincin ini,sama persis dengan apa yang ku impikan tadi.Aku benar-benar tak menyangka semua ini bisa terjadi,mimpi itu seperti nyata dan cincin ini benar-benar ada dalam tanganku.Tiba-tiba ku melihat di sekitar mata Herdy terlihat bekas airmata.Ia benar-benar seperti orang yang hanya tertidur bukan seperti orang yang meninggal.Namun,mama Herdy tak pernah percaya tentang pertunangan semu ku bersama Herdy.Biarlah semua ini hanya Tuhan yang tau.Kuberharap Herdy tenang di sisi Tuhan.Dan aku akan selalu mengenangnya sebagai Pangeran dalam mimpiku :’)
“Ku tak bisa menggapaimu takkan pernah bisa walau sudah letih hati,tak mungkin lepas lagi..Kau hanya mimpi bagiku tak mungkin jadi nyata dan sgala rasa buatmu harus padam & berakhir..