The rippers Team-cerita 1

Rabu, 04 September 2013



The RIPpers Team-Hantu Di Hutan Pinus
Karya : Asa Uswatun K                                                              
Hari mulai senja seluruh siswa peserta kemah bergantian mandi di kamar mandi ditempat yang telah disediakan oleh Buper Taman Asri.Dika dan Vino terlihat segar karna ia telah selesai mandi,ia bertemu Yaya dan Abell di persimpangan tenda putri dan tenda putra
‘’Udah pada mandi ya?’’,tanya Vino pada Abell dan yaya
‘’Udah dong vin,nggak kayak kalian ...hehehe’’,jawab Abell yang disusul dengan tawa yaya
‘’yehh ngledekkk !’’,Vino tertawa lepas
‘’loh kalian kok Cuma berdua,Angie mana?’’,tanya Dika dengan logat khasnya
‘’Angie belum selesai mandi dik,jadi dia balik entar’’,jawab Abell
‘’oh gitu,yaudah aku sama Vino balik dulu ya’’,jawab Dika sambil melangkah pergi
‘’oke dikk’’,jawab Abell dan Yaya bersamaan
Malampun tiba tepat jam 7 malam makan malam pun akan segera di  mulai.Panitia mulai mengecek masing-masing regu yang mengikuti kemah.
‘’ini regu apa?’’,tanya panitia
‘’Rajawali pak’’,jawab Dika sebagai ketua Regu
‘’baik sebentar’’,panitia membuka lembaran-lembaran absensi
‘’regu ini beranggotakan Andika Wijaya sebagai Pinru,Abellina Kasih Adinda sebagai wapinru,dan untuk anggota Kania Larasati,Ervino, dan Revinna Angie Cristiany.........apakah sudah lengkap?’’,tanya panitia
‘’maaf pak kurang 1’’,Dika terlihat panik
‘’Angie kemana bell?’’,Bisik Dika pada Abell
‘’aku gak tau Dik,semenjak mandi tadi Angie nggak balik-balik’’,Abell juga nampak tegang
‘’gawatt nie guys’’,Vino menimbali
‘’kemana teman kamu?’’,tanya panitia kembali
‘’emm,lagi di kamar mandi pak.......sebentar biar kami cari’’,Dika ragu memberi alasan itu
‘’baik,segera kembali kesini karna makan malam akan segera dimulai’’,tegas panitia
‘’baik pak’’,jawab Dika
Akhirnya Abell dan Yaya mencari Angie di kamar mandi buper,kamar mandi itu terlihat sepi bahkan pintu-pintunya terbuka.
‘’Angie kemana ya bell,kok disini nggak ada siapa-siapa?’’,Yaya tampak panik
‘’aku juga gak tau ya,aku khawatir......Angie kan anaknya penakut’’,jawab Abell
‘’hummm,,,,,,,kita cari ditempat lain yuk bell’’,ajak Yaya
Yaya dan Abell menelusuri tenda-tenda dan juga sekitar ruang sekertariat,namun Angie benar-benar tidak ada.mereka memanggil-manggil nama Angie tapi tidak ada tanda-tanda dimana Angie.Di tempat lain Dika dan Vino juga mencari Angie di dekat gerbang keluar Buper,di lingkungan sekitar buper memang sangat sepi,menurut berita di dekat Buper ada suatu Desa mati yang terkenal sangat angkerb dan terlihat hanya saat malam hari.mereka akhirnya bertemu di belakang kamar mandi Buper.
‘’kalian berhasil nemuin Angie nggak?’’,tanya Dika pada yaya dan Abell
‘’enggak Dik,aku sama yaya udah nyari di berbagai tempat sampai ruang sekertariat pun aku telusuri, tapi hasilnya tetep Nihil nggak ada tanda-tanda dimana Angie’’,Abell terlihat lemas
‘’sama Bell,aku sama Vino udah nyari sampe gerbang tapi tetep aja Angie nggak ada’’,Dika semakin cemas
‘’aku khawatir Dik,Bell kalian tau kan Angie tu anaknya penakut banget’’,ucap Vino
‘’Vino bener guys,aku juga khawatir terjadi apa-apa sama Angie’’,yaya berkomentar
‘’kita harus segera temuin Angie,sekarang kita lapor ke panitia biar peserta lain juga ikut mencari Angie’’,Dika mengkomando teman-temanya
‘’setuju’’,mereka bertiga kompak
Dika dan anggota regunya menuju ke tempat peserta makan dan melaporkan tentang Angie yang hilang.
‘’kalian ini gimana sich? Masak 5 orang aja nggak bisa saling menjaga’’,panitia terlihat kesal pada mereka
‘’maafkan kami pak,kami benar-benar merasa bersalah’’,Dika menyesal
‘’baiklah,nanti akan bapak umumkan ke seluruh peserta untuk mencari teman kalian.sekarang kalian makan dulu’’,Panitia mulai meredam amarahnya
‘’terimakasih pak’’,sahut Dika
Mereka berempat memutuskan untuk makan malam dahulu.Sesuai janji ketua panitia,beliau mengumumkan pada seluruh peserta untuk melakukan pencarian untuk menemukan Angie,bahkan membolehkan peserta untuk keluar di lingkungan Buper.Namun Ketua panitia menyarankan untuk melakukan pencarian secara beregu dan membawa alat-alat komunikasi dan juga senter.setelah pengarahan itu,seluruh peserta bergegas mencari Angie.Dika dan regunya mencari Angie ke sebuah desa.
‘’Dik,ini desa kok sepi amat ya’’,Abell nampak berkomentar
‘’mungkin warga desanya berada di dalam rumah,ayo kita cari Angie di desa ini’’,Tukas Dika
Mereka berempat mendatangi sebuah rumah warga,rumah itu nampak kotor sekali dan terdapat cahaya yang redup dari sebuah lampu kecil.
‘’permisi......’’,Dika mulai mengetok pintu
Tidak ada jawaban sedikitpun dari dalam rumah tua tersebut.
‘’mungkin nggak ada orangnya Dik’’,Yaya berkomentar
Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka sendiri.
‘’Astagaa......’’,mereka tampak kaget
‘’guys,ayo masuk’’,Dika megkomando di depan
‘’kamu yakin Dik’’,Vino tampak ketakutan
‘’udahlah Vin,ini demi Angie sahabat kita’’,Dika menarik tangan Vino
‘’permisiiii.......permisiii’’,mereka berulang kali memanggil pemilik rumah
Rumah itu tampak kosong,dan sangat kotor.hanya ada sebuah meja dan vas bunga berdebu di sudut rumah itu,di rumah itu juga nampak sebuah kamar yang tirainya terbuka.
‘’pemiliknya lagi tidur kaliik Dik,coba kita liat di kamar itu’’,Abell memberanikan diri
‘’ehhh.tapi perasaan ku gak enak nich bell’’,yaya yang sejak tadi diam juga nampak berbicara
‘’udah tenang aja’’,bella dan keempat temanya masuk ke kamar itu.Kamar itu nampak kosong dan hanya terlihat tempat tidur yang sangat berdebu.
‘’tuh kan Dik,disini tu nggak ada orang’’,Vino nampak lega
Saat mereka keluar kamar tiba-tiba Duaaaaaaaaaaaar !,pintu di rumah itu terbanting sendiri.
‘’Ayoo cepat kita pergi dari sini!’’,Kini dika juga nampak tegang
Mereka berempat berhasil keluar dari rumah tua itu.
‘’ini tuh anehh banget Dik,pintu rumah tadi kebuka sendiri dan juga ketutup sendiri...nggak wajar banget’’,Abell nampak serius
‘’iya bell,kayaknya ada sesuatu ditempat ini.Dan kita harus selidiki itu’’,Dika berkeyakinan
‘’tapi Dik,ini bukan wilayah kita.’’,Vino mulai protes
‘’udahlah Vin,kita tu berempat dan kamu tu cowok..jadi kamu harus berani’’,Yaya memarahi Vino
‘’okelahh’’,Vino pasrah
Mereka mendengar suara musik jaipong dari suatu tempat,mereka mencari sumber suara itu.Tibalah mereka di sebuah Rumah yang sangat besar.
‘’oalah Dik,pantes desa inis sepi orang warganya lagi pada pesta hehehe’’,Vino tertawa lega
‘’tapi guys,apa nggak anehh masak pesta pintunya ditutup gitu......’’,Dika mulai curiga
‘’bener juga kata Dikaa’’,Abell mengiyakan
‘’guys ayo kita kesana’’,Dika mengkomando teman-temanya
Saat mereka sampai di depan rumah besar tadi,pintu rumah tadi terbuka sendiri dan muncul seorang wanita paruh baya berbaju Merah dan berparas sangat cantik melihat mereka.
‘’tuh kan Dik,ini tu Cuma pesta biasa J’’,Vino mulai tertarik
‘’tunggu Vin,aku punya perasaan nggak enak nich’’,Abell menarik tangan Vino
‘’sama bell,aku juga gak enak....ehh ibu-ibu itu kok nglambai ke kita ya’’,Dika tampak serius melihat depan
‘’ehh bener Dik,coba kita kesana’’,Abell meyakinkan
Mereka berempat mendekati rumah itu.
‘’ayo nakk masuk kemari’’,kata wanita itu
‘’mmm ba..baik buk’’,Dika nampak ragu
Mereka akhirnya masuk kedalam rumah itu,nampak banyak orang dirumah itu.Namun orang-orang itu terlihat aneh mereka sedang berpesta tapi wajah mereka nampak sedih dan muram.
‘’kamu ngrasa ada yang aneh nggak bel?’’,bisik Dika pada Abell
‘’iya Dik,perasaan ku dari tadi nggak enak’’,Abell tampak cemas
‘’ayoo nak jangan malu-malu’’,wanita itu menawari lagi
Mereka akhirnya makan disana dan mereka diberikan kepingan-kepingan emas dari wanita tadi.malam semakin larut namun mereka masih asyik dengan pestanya,saking asyiknya mereka tertidur di tempat.
‘’Dika !!!! Vinooo ! yaya ! Abell!’’,
Mereka nampak kebingungan dan terbangun dengan kepala yang sangat pusing.
‘’pak Rama,kenapa bapak bisa ada disini?dan saya ada dimana pak?’’,Dika masih memegang kepalanya
‘’lhoh,bapak juga nggak tau Dik,kamu bapak temukan pingsan di hutan pinus ini’’,pak Rama juga nampak bingung
‘’hutan pinus pak?nggak mungkin pak..........tadi malam sa..saya di sebuah pesta suatu desa pak’’,Dika semakin bingung
‘’tapi disini tidak ada desa Dik,daerah bumi perkemahan ini hanya dekat dengan sebuah hutan pinus,dan desa yang dekat  Buper ini pun terletak 10 km dari sini’’,jelas  pak Rama
‘’aku makin nggak ngerti’’,Abell berkomentar
‘’sekarang kalian kembali ke buper’’,tukas pak Rama sebagai panitia
‘’lalu bagaimana dengan Angie pak?’’,tanya Dika
‘’Angie masih belum ditemukan,tapi kalian tenang saja teman-teman kalian dan panitia masih terus mencari Angie’’,jawab Pak Rama
‘’guys,kita harus cepat-cepat temukan Angie’’,Dika nampak panik
‘’bener kamu Dik,jangan sampe Angie kenapa-kenapa’’,yaya mengiyakan perkataan Dika
‘’yasudah,sekarang kalian kembali dulu ke tenda,dan sarapan dulu baru nanti kita mencari Angie lagi’’,perintah pak Rama
‘’baik pak’’,Dika bergegas pergi
Setelah sarapan pagi,mereka berempat pergi mencari Angie di hutan tempat mereka temukan tadi.
Saat mereka dihutan mereka bertemu seorang kakek-kakek yang sedang mencari kayu.kakek-kakek itu melihat mereka dengan tatapan curiga.
‘’maaf kek saya boleh tanya?’’,tanya Dika pada kakek itu
‘’tanya apa nak?’’,dengan suara yang berat
‘’apakah kakek-kakek melihat anak gadis berambut panjang,berkulit kuning langsat dan memakai baju seperti kami kek?’’,tanya Dika lagi
‘’maaf nak,kakek tidak tau....memangnya kenapa dan ada apa?’’,kakek itu mulai merespon
‘’teman kami hilang kek,kami sudah mencari kemana-kemana tapi teman kami tidak ditemukan kek’’,kini Abell yang angkat bicara
‘’di tempat ini memang sering terjadi orang hilang nak,terutama anak perempuan...........menurut kepercayaan warga disini anak yang hilang disini lebih dari 2 malam tidak akan pernah ditemukan lagi’’,jelas kakek itu
‘’apa kek?lalu gimana dengan teman kami?’’,Dika nampak tegang
‘’kalian harus segera mencari teman kalian nak,sebelum semuanya terlambat’’,kakek itu bergegas pergi meninggalkan mereka berempat
‘’tapi kekkk !’’,Dika memanggil kakek itu namun kakek itu menghilang dengan cepat
‘’kakekkk!’’,mereka memanggil dan mencari-cari kakek itu
‘’cepet amat tu kakek ngilangnya’’,Vino yang sejak tadi diam mulai angkat bicara
‘’jangan........jangan’’,yaya mulai parno
‘’sudah guys,sekarang kita harus cari Angie’’,Dika mengajak teman-temanya untuk melakukan pencarian kembali
Tibalah mereka di suatu sungai,mereka melihat seorang anak perempuan yang berjalan ke tengah sungai dan sepertinya mereka mengenali gadis itu.
‘’Astagaa !! itu Angiee guyss’’,Abell berlari menuju tepi sungai
‘’Angiee !!!! berhenti...itu bahaya !!!!!! Angiieee’’,Abell dan yaya nampak panik
Namun Angie terus melangkah dengan tatapan kosong.Dika menyusul Angie ketangah dan menarik tangan Angie,Angie pun langsung pingsan di tengah sungai.Vino membantu Dika untuk membawa Angie ke tepi sungai.Setelah melakukan pertolongan pertama,Akhirnya Angie sadar.
‘’Angie...kamu nggak papa kan?’’,Tanya Abell
‘’kenapa aku disini? Kenapa badanku basah semua bell....ini ada apa?’’,Angie nampak kebingungan
‘’jadi kamu nggak inget apa-apa?”,Tanya Dika pada Angie
‘’aku nggak inget apa-apa Dik,kenapa?ada apa ini?’’,Angie semakin bingung dengan teman-temanya
‘’yaudahlah,yang penting kamu nggakpapa,sekarang kita balik ke tenda’’,Dika mengkomando teman-temanya
Mereka kembali ke tenda melewati hutan pinus yang sangat lebat.Tiba-tiba di depan mereka terdapat Desa yang tidak asing dengan pandangan mereka.
‘’itu desa yang kemarin kan Dik’’,tanya Vino
‘’iya vin,kita harus hati-hati melewati desa itu’’,Dika merasa khawatir
Saat mereka hampir berhasil keluar desa itu mereka dihadang oleh wanita tua yang memakai baju merah.
‘’Dik,itu kan ibu-ibu yang menawari kita pesta kemarin’’,Vino nampak ketakutan
‘’tenang guys,kita harus tenang’’,Dika menenangkan teman-temanya
‘’kaliaann tidak akan pernah bisa keluar dari desa ini.........’’,pekik wanita itu
‘’tidakkk ! kita pasti bisa keluarr !’’,Dika menentang
‘’hahaha.........jangan pernah bermimpi anak muda,kalian akan menjadi pengikutkuuuu’’,Suara wanita itu sangat nenyeramkan
‘’Aduhh Dik aku takutttttt’’,Angie nampak kaku
‘’udah gie,kamu tenang aja’’,Abell menenangkan Angie
‘’Guys ayoo kita lari ajaa’’,bisik Dika
Mereka berlima berlari sangat kencang menjauhi wanita itu.
‘’Vii.,,vin cepat hubungi pak Rama’’,seru Dika pada Vino
‘’HT nya jatuhh Dik’’,Vino semakin tegang
‘’aduhhh gawattt’’,Dika nampak takut
‘’guys....kita harus saling berpegangan......cepattt ayooo kita lari !!!!!!!!!!’’,teriak Dika
Wanita itu masih mengejar mereka,Tiba-tiba kakek-kakek tua pencari kayu itu melindungi mereka dan berperang pada wanita itu.Akhirnya wanita tua itu mati karna tertancap kayu emas milik kakek itu,dan ia berubah menjadi tengkorak yang berwarna hitam.
‘’sampaikan pesanku pada guru kalian nak,jika mengadakan kegiatan ditempat ini harus membuat sesaji berupa darah dan kepala ayam cemani untuk ditaruh di depan hutan pinus ini.Agar kejadian ini tidak terulang lagi,sudah banyak korban yang hilang di hutan pinus ini’’,kakek itu lalu menghilang
‘’terimakasih kekk......’’,               Dika tersenyum lega
‘’lhohh kakek tadi kemana’’,Abell dan yaya nampak bingung
‘’udahlah Guys kita balik ke Buper aja yukk’’,Ajak Dika
Akhirnya mereka berlima kembali ke tempat kemah.Dan ternyata Hutan pinus di dekat Bumi perkemahan itu dulunya adalah sebuah Desa yang dibakar habis oleh seorang wanita kejam yang menganut ilmu hitam.Namun wanita itupun meninggal di kebakaran itu,arwah dari perempuan itu membutuhkan seorang anak remaja putri untuk tetap bisa bertahan di muka bumi setiap tahunya.

0 komentar: