The RIPpers
Team-Hantu Di Hutan Pinus
Karya : Asa Uswatun K
Hari mulai senja seluruh
siswa peserta kemah bergantian mandi di kamar mandi ditempat yang telah
disediakan oleh Buper Taman Asri.Dika dan Vino terlihat segar karna ia telah
selesai mandi,ia bertemu Yaya dan Abell di persimpangan tenda putri dan tenda putra
‘’Udah pada mandi ya?’’,tanya
Vino pada Abell dan yaya
‘’Udah
dong vin,nggak kayak kalian ...hehehe’’,jawab Abell yang disusul dengan tawa
yaya
‘’yehh
ngledekkk !’’,Vino tertawa lepas
‘’loh
kalian kok Cuma berdua,Angie mana?’’,tanya Dika dengan logat khasnya
‘’Angie
belum selesai mandi dik,jadi dia balik entar’’,jawab Abell
‘’oh
gitu,yaudah aku sama Vino balik dulu ya’’,jawab Dika sambil melangkah pergi
‘’oke
dikk’’,jawab Abell dan Yaya bersamaan
Malampun
tiba tepat jam 7 malam makan malam pun akan segera di mulai.Panitia mulai mengecek masing-masing
regu yang mengikuti kemah.
‘’ini
regu apa?’’,tanya panitia
‘’Rajawali
pak’’,jawab Dika sebagai ketua Regu
‘’baik
sebentar’’,panitia membuka lembaran-lembaran absensi
‘’regu
ini beranggotakan Andika Wijaya sebagai Pinru,Abellina Kasih Adinda sebagai
wapinru,dan untuk anggota Kania Larasati,Ervino, dan Revinna Angie Cristiany.........apakah
sudah lengkap?’’,tanya panitia
‘’maaf
pak kurang 1’’,Dika terlihat panik
‘’Angie
kemana bell?’’,Bisik Dika pada Abell
‘’aku
gak tau Dik,semenjak mandi tadi Angie nggak balik-balik’’,Abell juga nampak
tegang
‘’gawatt
nie guys’’,Vino menimbali
‘’kemana
teman kamu?’’,tanya panitia kembali
‘’emm,lagi
di kamar mandi pak.......sebentar biar kami cari’’,Dika ragu memberi alasan itu
‘’baik,segera
kembali kesini karna makan malam akan segera dimulai’’,tegas panitia
‘’baik
pak’’,jawab Dika
Akhirnya
Abell dan Yaya mencari Angie di kamar mandi buper,kamar mandi itu terlihat sepi
bahkan pintu-pintunya terbuka.
‘’Angie
kemana ya bell,kok disini nggak ada siapa-siapa?’’,Yaya tampak panik
‘’aku
juga gak tau ya,aku khawatir......Angie kan anaknya penakut’’,jawab Abell
‘’hummm,,,,,,,kita
cari ditempat lain yuk bell’’,ajak Yaya
Yaya
dan Abell menelusuri tenda-tenda dan juga sekitar ruang sekertariat,namun Angie
benar-benar tidak ada.mereka memanggil-manggil nama Angie tapi tidak ada
tanda-tanda dimana Angie.Di tempat lain Dika dan Vino juga mencari Angie di
dekat gerbang keluar Buper,di lingkungan sekitar buper memang sangat
sepi,menurut berita di dekat Buper ada suatu Desa mati yang terkenal sangat
angkerb dan terlihat hanya saat malam hari.mereka akhirnya bertemu di belakang
kamar mandi Buper.
‘’kalian
berhasil nemuin Angie nggak?’’,tanya Dika pada yaya dan Abell
‘’enggak
Dik,aku sama yaya udah nyari di berbagai tempat sampai ruang sekertariat pun
aku telusuri, tapi hasilnya tetep Nihil nggak ada tanda-tanda dimana
Angie’’,Abell terlihat lemas
‘’sama
Bell,aku sama Vino udah nyari sampe gerbang tapi tetep aja Angie nggak
ada’’,Dika semakin cemas
‘’aku
khawatir Dik,Bell kalian tau kan Angie tu anaknya penakut banget’’,ucap Vino
‘’Vino
bener guys,aku juga khawatir terjadi apa-apa sama Angie’’,yaya berkomentar
‘’kita
harus segera temuin Angie,sekarang kita lapor ke panitia biar peserta lain juga
ikut mencari Angie’’,Dika mengkomando teman-temanya
‘’setuju’’,mereka
bertiga kompak
Dika
dan anggota regunya menuju ke tempat peserta makan dan melaporkan tentang Angie
yang hilang.
‘’kalian
ini gimana sich? Masak 5 orang aja nggak bisa saling menjaga’’,panitia terlihat
kesal pada mereka
‘’maafkan
kami pak,kami benar-benar merasa bersalah’’,Dika menyesal
‘’baiklah,nanti
akan bapak umumkan ke seluruh peserta untuk mencari teman kalian.sekarang
kalian makan dulu’’,Panitia mulai meredam amarahnya
‘’terimakasih
pak’’,sahut Dika
Mereka
berempat memutuskan untuk makan malam dahulu.Sesuai janji ketua panitia,beliau
mengumumkan pada seluruh peserta untuk melakukan pencarian untuk menemukan
Angie,bahkan membolehkan peserta untuk keluar di lingkungan Buper.Namun Ketua
panitia menyarankan untuk melakukan pencarian secara beregu dan membawa
alat-alat komunikasi dan juga senter.setelah pengarahan itu,seluruh peserta
bergegas mencari Angie.Dika dan regunya mencari Angie ke sebuah desa.
‘’Dik,ini
desa kok sepi amat ya’’,Abell nampak berkomentar
‘’mungkin
warga desanya berada di dalam rumah,ayo kita cari Angie di desa ini’’,Tukas
Dika
Mereka
berempat mendatangi sebuah rumah warga,rumah itu nampak kotor sekali dan
terdapat cahaya yang redup dari sebuah lampu kecil.
‘’permisi......’’,Dika
mulai mengetok pintu
Tidak
ada jawaban sedikitpun dari dalam rumah tua tersebut.
‘’mungkin
nggak ada orangnya Dik’’,Yaya berkomentar
Tiba-tiba
pintu rumah itu terbuka sendiri.
‘’Astagaa......’’,mereka
tampak kaget
‘’guys,ayo
masuk’’,Dika megkomando di depan
‘’kamu
yakin Dik’’,Vino tampak ketakutan
‘’udahlah
Vin,ini demi Angie sahabat kita’’,Dika menarik tangan Vino
‘’permisiiii.......permisiii’’,mereka
berulang kali memanggil pemilik rumah
Rumah
itu tampak kosong,dan sangat kotor.hanya ada sebuah meja dan vas bunga berdebu
di sudut rumah itu,di rumah itu juga nampak sebuah kamar yang tirainya terbuka.
‘’pemiliknya
lagi tidur kaliik Dik,coba kita liat di kamar itu’’,Abell memberanikan diri
‘’ehhh.tapi
perasaan ku gak enak nich bell’’,yaya yang sejak tadi diam juga nampak
berbicara
‘’udah
tenang aja’’,bella dan keempat temanya masuk ke kamar itu.Kamar itu nampak
kosong dan hanya terlihat tempat tidur yang sangat berdebu.
‘’tuh
kan Dik,disini tu nggak ada orang’’,Vino nampak lega
Saat
mereka keluar kamar tiba-tiba Duaaaaaaaaaaaar !,pintu di rumah itu terbanting
sendiri.
‘’Ayoo
cepat kita pergi dari sini!’’,Kini dika juga nampak tegang
Mereka
berempat berhasil keluar dari rumah tua itu.
‘’ini
tuh anehh banget Dik,pintu rumah tadi kebuka sendiri dan juga ketutup
sendiri...nggak wajar banget’’,Abell nampak serius
‘’iya
bell,kayaknya ada sesuatu ditempat ini.Dan kita harus selidiki itu’’,Dika
berkeyakinan
‘’tapi
Dik,ini bukan wilayah kita.’’,Vino mulai protes
‘’udahlah
Vin,kita tu berempat dan kamu tu cowok..jadi kamu harus berani’’,Yaya memarahi
Vino
‘’okelahh’’,Vino
pasrah
Mereka
mendengar suara musik jaipong dari suatu tempat,mereka mencari sumber suara
itu.Tibalah mereka di sebuah Rumah yang sangat besar.
‘’oalah
Dik,pantes desa inis sepi orang warganya lagi pada pesta hehehe’’,Vino tertawa
lega
‘’tapi
guys,apa nggak anehh masak pesta pintunya ditutup gitu......’’,Dika mulai
curiga
‘’bener
juga kata Dikaa’’,Abell mengiyakan
‘’guys
ayo kita kesana’’,Dika mengkomando teman-temanya
Saat
mereka sampai di depan rumah besar tadi,pintu rumah tadi terbuka sendiri dan
muncul seorang wanita paruh baya berbaju Merah dan berparas sangat cantik
melihat mereka.
‘’tuh
kan Dik,ini tu Cuma pesta biasa J’’,Vino mulai tertarik
‘’tunggu
Vin,aku punya perasaan nggak enak nich’’,Abell menarik tangan Vino
‘’sama
bell,aku juga gak enak....ehh ibu-ibu itu kok nglambai ke kita ya’’,Dika tampak
serius melihat depan
‘’ehh
bener Dik,coba kita kesana’’,Abell meyakinkan
Mereka
berempat mendekati rumah itu.
‘’ayo
nakk masuk kemari’’,kata wanita itu
‘’mmm
ba..baik buk’’,Dika nampak ragu
Mereka
akhirnya masuk kedalam rumah itu,nampak banyak orang dirumah itu.Namun
orang-orang itu terlihat aneh mereka sedang berpesta tapi wajah mereka nampak
sedih dan muram.
‘’kamu
ngrasa ada yang aneh nggak bel?’’,bisik Dika pada Abell
‘’iya
Dik,perasaan ku dari tadi nggak enak’’,Abell tampak cemas
‘’ayoo
nak jangan malu-malu’’,wanita itu menawari lagi
Mereka
akhirnya makan disana dan mereka diberikan kepingan-kepingan emas dari wanita
tadi.malam semakin larut namun mereka masih asyik dengan pestanya,saking
asyiknya mereka tertidur di tempat.
‘’Dika
!!!! Vinooo ! yaya ! Abell!’’,
Mereka
nampak kebingungan dan terbangun dengan kepala yang sangat pusing.
‘’pak
Rama,kenapa bapak bisa ada disini?dan saya ada dimana pak?’’,Dika masih
memegang kepalanya
‘’lhoh,bapak
juga nggak tau Dik,kamu bapak temukan pingsan di hutan pinus ini’’,pak Rama
juga nampak bingung
‘’hutan
pinus pak?nggak mungkin pak..........tadi malam sa..saya di sebuah pesta suatu
desa pak’’,Dika semakin bingung
‘’tapi
disini tidak ada desa Dik,daerah bumi perkemahan ini hanya dekat dengan sebuah
hutan pinus,dan desa yang dekat Buper
ini pun terletak 10 km dari sini’’,jelas pak Rama
‘’aku
makin nggak ngerti’’,Abell berkomentar
‘’sekarang
kalian kembali ke buper’’,tukas pak Rama sebagai panitia
‘’lalu
bagaimana dengan Angie pak?’’,tanya Dika
‘’Angie
masih belum ditemukan,tapi kalian tenang saja teman-teman kalian dan panitia
masih terus mencari Angie’’,jawab Pak Rama
‘’guys,kita
harus cepat-cepat temukan Angie’’,Dika nampak panik
‘’bener
kamu Dik,jangan sampe Angie kenapa-kenapa’’,yaya mengiyakan perkataan Dika
‘’yasudah,sekarang
kalian kembali dulu ke tenda,dan sarapan dulu baru nanti kita mencari Angie
lagi’’,perintah pak Rama
‘’baik
pak’’,Dika bergegas pergi
Setelah
sarapan pagi,mereka berempat pergi mencari Angie di hutan tempat mereka temukan
tadi.
Saat
mereka dihutan mereka bertemu seorang kakek-kakek yang sedang mencari
kayu.kakek-kakek itu melihat mereka dengan tatapan curiga.
‘’maaf
kek saya boleh tanya?’’,tanya Dika pada kakek itu
‘’tanya
apa nak?’’,dengan suara yang berat
‘’apakah
kakek-kakek melihat anak gadis berambut panjang,berkulit kuning langsat dan
memakai baju seperti kami kek?’’,tanya Dika lagi
‘’maaf
nak,kakek tidak tau....memangnya kenapa dan ada apa?’’,kakek itu mulai merespon
‘’teman
kami hilang kek,kami sudah mencari kemana-kemana tapi teman kami tidak
ditemukan kek’’,kini Abell yang angkat bicara
‘’di
tempat ini memang sering terjadi orang hilang nak,terutama anak perempuan...........menurut
kepercayaan warga disini anak yang hilang disini lebih dari 2 malam tidak akan
pernah ditemukan lagi’’,jelas kakek itu
‘’apa
kek?lalu gimana dengan teman kami?’’,Dika nampak tegang
‘’kalian
harus segera mencari teman kalian nak,sebelum semuanya terlambat’’,kakek itu
bergegas pergi meninggalkan mereka berempat
‘’tapi
kekkk !’’,Dika memanggil kakek itu namun kakek itu menghilang dengan cepat
‘’kakekkk!’’,mereka
memanggil dan mencari-cari kakek itu
‘’cepet
amat tu kakek ngilangnya’’,Vino yang sejak tadi diam mulai angkat bicara
‘’jangan........jangan’’,yaya
mulai parno
‘’sudah
guys,sekarang kita harus cari Angie’’,Dika mengajak teman-temanya untuk
melakukan pencarian kembali
Tibalah
mereka di suatu sungai,mereka melihat seorang anak perempuan yang berjalan ke
tengah sungai dan sepertinya mereka mengenali gadis itu.
‘’Astagaa
!! itu Angiee guyss’’,Abell berlari menuju tepi sungai
‘’Angiee
!!!! berhenti...itu bahaya !!!!!! Angiieee’’,Abell dan yaya nampak panik
Namun
Angie terus melangkah dengan tatapan kosong.Dika menyusul Angie ketangah dan
menarik tangan Angie,Angie pun langsung pingsan di tengah sungai.Vino membantu
Dika untuk membawa Angie ke tepi sungai.Setelah melakukan pertolongan
pertama,Akhirnya Angie sadar.
‘’Angie...kamu
nggak papa kan?’’,Tanya Abell
‘’kenapa
aku disini? Kenapa badanku basah semua bell....ini ada apa?’’,Angie nampak
kebingungan
‘’jadi
kamu nggak inget apa-apa?”,Tanya Dika pada Angie
‘’aku
nggak inget apa-apa Dik,kenapa?ada apa ini?’’,Angie semakin bingung dengan teman-temanya
‘’yaudahlah,yang
penting kamu nggakpapa,sekarang kita balik ke tenda’’,Dika mengkomando
teman-temanya
Mereka
kembali ke tenda melewati hutan pinus yang sangat lebat.Tiba-tiba di depan
mereka terdapat Desa yang tidak asing dengan pandangan mereka.
‘’itu
desa yang kemarin kan Dik’’,tanya Vino
‘’iya
vin,kita harus hati-hati melewati desa itu’’,Dika merasa khawatir
Saat
mereka hampir berhasil keluar desa itu mereka dihadang oleh wanita tua yang
memakai baju merah.
‘’Dik,itu
kan ibu-ibu yang menawari kita pesta kemarin’’,Vino nampak ketakutan
‘’tenang
guys,kita harus tenang’’,Dika menenangkan teman-temanya
‘’kaliaann
tidak akan pernah bisa keluar dari desa ini.........’’,pekik wanita itu
‘’tidakkk
! kita pasti bisa keluarr !’’,Dika menentang
‘’hahaha.........jangan
pernah bermimpi anak muda,kalian akan menjadi pengikutkuuuu’’,Suara wanita itu
sangat nenyeramkan
‘’Aduhh
Dik aku takutttttt’’,Angie nampak kaku
‘’udah
gie,kamu tenang aja’’,Abell menenangkan Angie
‘’Guys
ayoo kita lari ajaa’’,bisik Dika
Mereka
berlima berlari sangat kencang menjauhi wanita itu.
‘’Vii.,,vin
cepat hubungi pak Rama’’,seru Dika pada Vino
‘’HT
nya jatuhh Dik’’,Vino semakin tegang
‘’aduhhh
gawattt’’,Dika nampak takut
‘’guys....kita
harus saling berpegangan......cepattt ayooo kita lari !!!!!!!!!!’’,teriak Dika
Wanita
itu masih mengejar mereka,Tiba-tiba kakek-kakek tua pencari kayu itu melindungi
mereka dan berperang pada wanita itu.Akhirnya wanita tua itu mati karna
tertancap kayu emas milik kakek itu,dan ia berubah menjadi tengkorak yang
berwarna hitam.
‘’sampaikan
pesanku pada guru kalian nak,jika mengadakan kegiatan ditempat ini harus
membuat sesaji berupa darah dan kepala ayam cemani untuk ditaruh di depan hutan
pinus ini.Agar kejadian ini tidak terulang lagi,sudah banyak korban yang hilang
di hutan pinus ini’’,kakek itu lalu menghilang
‘’terimakasih
kekk......’’, Dika tersenyum
lega
‘’lhohh
kakek tadi kemana’’,Abell dan yaya nampak bingung
‘’udahlah
Guys kita balik ke Buper aja yukk’’,Ajak Dika
Akhirnya mereka berlima
kembali ke tempat kemah.Dan ternyata Hutan pinus di dekat Bumi perkemahan itu
dulunya adalah sebuah Desa yang dibakar habis oleh seorang wanita kejam yang menganut ilmu hitam.Namun
wanita itupun meninggal di kebakaran itu,arwah dari perempuan itu membutuhkan
seorang anak remaja putri untuk tetap bisa bertahan di muka bumi setiap
tahunya.