Ketika Cinta tak selalu dibalas...
Karya : Asa Uswatun Khasanah
Aku sudah lama menyukainya,sejak pertama aku melihat dia
ketika pendaftaran sekolah di SMA dan sejak dia menjadi tetanggaku setahun
lalu.Aku berharap dia juga menyukaiku karna dia sering simpati kepadakuTapi
entahlah,mungkin ia hanya sekedar peduli denganku atau hanya ingin sekedar
menjadi temanku.
“Amira ! kamu nulis apaan?”,ucapnya mengagetkanku dari
belakang.
“eng gakpapa kok,aku iseng aja”,ucapku padanya
“kantin yuk ! kita susul tamara sama renov”,ajaknya padaku
“em ayo aku juga laper nih”,aku bergegas berdiri
Terkadang aku berpikir mungkinkah dia suka padaku? Aku yang
bukan seorang siswa teladan dis ekolah? Aku yang hanya anak orang yang
sederhana? Tapi mungkinkah dia menilaiku dari segi materi.
“wah kalian dari mana sih?”,ucap tamara setelah kedatanganku
bersamanya.
“aku tadi dari perpus trus tiba-tiba nie anak nyamperin aku
ngajak ke kantin”,jelasku pada Tamara
“oiya guys sekalian ya aku mau ngundang kalian ke pesta
ulang tahunku nanti malem,pokoknya kalian harus dateng !”,Tamara tersenyum
simpul
“Astaga tamara ! gue lupa kalo lo ulang tahun “,ucap renov
disambung ucapan ulang tahun darinya.
“happy birthday ya ra ! sorry aku lupa kalo kamu ulang
tahun”,ucapku pada Tamara sambil memeluknya.
Sementara itu ku lihat dia tampak diam dan tersenyum pada
Tamara.Dan senyum itu cukup membuatku merasa cemburu.
Ku lihat Tamara juga tersenyum padanya dan aku sangat enggan
untuk terus berada di antara mereka.
“em sory ya aku pergi dulu ! aku tadi udah buat janji sama
Tiara ! bye”,aku berlari meninggalkan mereka
“yeh katanya lo tadi laper”,ucap dia padaku
“enggak jadi kok”,aku menghentikan langkahku dan menoleh
sebentar
#Di sudut tangga sekolah
Tamara memang cantik,dia juga pintar dan kaya.Berbeda dengan
aku,mungkin dia lebih pantas jika bersama Tamara.Tapi salahkah aku jika aku
mencemburuinya??
“eh kamu belum pulang ra?”,Dia muncul tepat dihadapanku
“belom.. lagi males pulang”,ucapku singkat
“pulang bareng yuk”,ajaknya seperti biasa
“enggak usah ! aku masih pengen disini”,jelasku padanya
Karna geram akhirnya Dia kini duduk disampingku.
“kamu kenapa sih ra? Cerita dong sama aku?”,dia khawatir
Aku terdiam.
“ra? Kalo kamu punya masalah cerita dong sama aku?”,ucapnya
lagi
Aku tetap terdiam.
“ra ! kamu disakitin sama cowok ya? Siapa ra yang nyakitin
kamu? Biar aku temuin tu orang ?”,nada suaranya mulai meninggi
Aku masih enggan berkata.
“yaudah kalo kamu gak mau cerita,sekarang kita pulang
aja.”,dia menggandeng tanganku menuruni tangga
Di jalan aku begitu menikmati suasana,dia sengaja memelankan
laju motornya agar aku bisa bercerita padanya.Namun aku seakan melupakan
masalah tadi dan kini aku bisa tersenyum padanya.
“nah gitu dong senyum”ia menggodaku
Ah rasanya aku ingin terbang,dia begitu peduli padaku dan
aku berharap ia bisa membalas perasaanku.
“nanti malem kita berangkat bareng ya kerumah
Tamara?”,ucapnya sambil membehentikan motor didepan rumahku.
“em iya deh kamu jemput aku ya?”,aku tersenyum.
“oke bos ! jangan lupa dandan yang cantik”,ucapnya lagi
“yeh apaan sih !”,aku lari meninggalkanya.
Pukul 19.00 WIB
Ia menjemputku dan ia terlihat tampan sekali.
“kamu kenapa liatin aku kayak gitu? Aku keren ya?”,ia
tertawa lepas
“iya”,jawabku cepat “eh maksudku nggak keren sama sekali
apaan sih lo? Dandan kamu tu kayak om om tau gak?”,ucapku cepat-cepat
“yeh,kamu jaim deh kamu juga kayak tante-tante”,ia tersenyum
Aku tak memperdulikan ucapan itu dan langsung naik ke
boncengan motornya.
Sampai dirumah Tamara,Tamara menyambutku dengan sangat
ramah.Lagi-lagi tatapan Tamara pada Dia semakin aneh.
“eh ayo masuk!”,ajaknya padaku.
Acarapun berlalu,dan
Tamara semakin dekat dengan dia.Namun,bisa aja dia hanya simpati dalam rangka
ultahnya Tamara.
Dan aku gak nyangka,first cake Tamara diberikan pada Dia.Ahh
rasanya ! hatiku seperti teriris iris.
Akupun hilang dari hadapan orang-orang.
“nyebelin banget sih kamu !!!!!! mau kamu tu apaa !! aku tu
suka sama kamu DIKAAAAAA !!”,teriakku di sebuah jalan yang sepi.
Semenjak itu aku enggan untuk bicara denganya dan agak
sedikit menjauh dari kehidupanya.Walaupun dia sering membujukku untuk berbicara
denganya.Dan hubunganya bersama Tamara aku tak tau entah mereka sudah jadian
atau belum.
“aku pengen ngomong sama kamu?”,Dia mendekatiku
Aku terdiam.
“maksud kamu apa sih ra?kamu jadi aneh gini sama aku?aku
salah apa sih sama kamu?”,ia mnimpaku dengan berbagai pertanyaan.
“ra ! kita temenan udah lama, sejak pertama masuk SMA sampe
saat ini ! dan baru kali ini kamu begitu marah sama aku?”,ia kini menyentuh
pundakku.
Tanpa sepatah katapun aku pergi melaluinya.
“raa !!”,ia memanggilku
Maafkan aku Dika aku bener-bener kesel sama kamu.
Hari ini hasil SNMPTN pun diumumkan dan Alhamdulilah aku
masuk ke Universitas favoritku.
“selamat ya ra”,ucapnya mengulurkan tanganya padaku dan ia
memelukku
Aku senang sekali dengan hal ini,aku begitu rindu denganya
karna selama ini aku jauh darinya.Dan aku memutuskan untuk berhenti marah
denganya.
“selamat juga ya buat kamu”,aku tersenyum lega
“maafin aku akhir-akhir ini jutek sama kamu?”,ucapku lagi
“oiya ra aku mau kasih sesuatu sama kamu”,ia mengeluarkan
sebuah bingkisan kado
“makasih ya”,aku meraih bungkusan itu.
Siang itu aku makan bareng sama dia,melepas kerinduan yang
selama ini aku pendam.
“kamu kok gelisah gitu sih dik? Ada apaan?”,ucapku pada Dika
yang sejak tadi sibuk dengan hpnya
“aku mau ngasih surprise sama kamu ra ! “,jelas Dika
tersenyum
Dan ku lihat Tamara dari kejauhan,ia melangkah kearahku dan
Dika.Ya Tuhan ! ada apa lagi ini.
Tamara duduk disebelah Dika dan tersenyum padaku.
“jadi mana surprisenya dik?”,tanyaku tegang
“Gini ra,kamu kan sahabat aku no 1 dari sahabat ku yang lain
dan aku mau kamu yang pertama tau soal....”,
“soal apa dik?”,aku memotongnya
“aku sama Tamara udah pacaran dan aku udah Anniv 2 bulan
ini.”,ucapnya lagi
Hatiku seperti ditusuk dengan besi yang panasnya jauh diatas
panas bumi.
“kamu yang pertama tau lo ra,soalnya kami backstreet”,Tamara
menambahi.
Mereka tampak tersenyum dan aku gak bisa nahan cairan yang
udah ada dipelupuk mataku.
“Ra !”,
“maaf ya kayaknya aku harus cepet pulang”,aku lari dari
mereka.
“loh kok buru-buru gitu”,Dika bingung dan mengejarku
“aku anter ya?”,Dika menawarkan diri
“eng enggak usah . Permisi !”,
Dika mencoba menahanku tapi gagal dan ia juga masih
mengejarku.
“kamu kenapa ra?kamu gak suka kalo aku sama Tamara jadian?”,ia
kini menyudutkanku
“ra ! jawab ! apa salah Tamara sampe kamu jadi kayak gini?”,ucapnya
lagi
Aku hanya bisa menangis dan terdiam.
“ra ! jawabbb”,ia memegang pundaku
“Karna aku sayang kamu dika ! kamu gak pernah peduli sama
perasaanku selama ini ! sejak dulu aku suka dan sayang sama kamu ! KAMU SEHARUSNYA
SADAR !”,aku melepaskan tangan dika darin pundakku.
Dika terdiam.
“sekarang kamu tau kan ! kenapa aku jadi kayak gini !
sekarang aku mohon sama kamu jangan pernah temuin aku ! anggep aja kita gak
pernah kenal !”,aku meninggalkanya.
Semenjak itu,aku bener bener menghilang dari kehidupan
Dika.Dan aku memilih untuk tidak menyebut-nyebut lagi nama itu.Dan biarkan nama
itu berlalu,terhapus oleh waktu yang semakin berlalu.Walaupun aku masih sering
merindukanya.
“kita takkan pernah bisa
memaksakan cinta kita pada seseorang, karna cinta memang tak selalu bisa
terbalas.Karna cinta itu memberi tanpa harus meminta”
